Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Selayar

Warga Selayar Resah, Pria Diduga ODGJ Keliling Bawa Badik Akhirnya Ditangkap Polisi

badge-check

					Personel Polres Selayar Mengamankan Pria Diduga ODGJ. [Foto: Ist] Perbesar

Personel Polres Selayar Mengamankan Pria Diduga ODGJ. [Foto: Ist]

BERITA.NEWS, Selayar – Suasana Kota Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, mendadak mencekam setelah seorang pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan berkeliaran sambil membawa senjata tajam jenis badik, Sabtu (11/4/2026) malam.

Aksi pria tersebut sontak membuat warga diliputi rasa takut. Pasalnya, sejak sore hari ia sudah terlihat mondar-mandir di sekitar masjid di Jalan Muh. Krg Bonto, Kecamatan Benteng, dengan badik di tangannya.

Bukannya pulang, pria itu justru kembali muncul pada malam hari di Jalan Pahlawan, memicu kepanikan masyarakat.

Laporan warga pun langsung mengalir ke pihak kepolisian. Tak butuh waktu lama, aparat Polres Kepulauan Selayar bergerak cepat menuju lokasi dan segera mengamankan pria tersebut sebelum situasi semakin tidak terkendali.

“Yang bersangkutan kami amankan sebagai langkah antisipasi karena membawa senjata tajam dan meresahkan warga, meskipun tidak sempat melakukan penyerangan,” ujar Banit Turjawali Sat Sabhara, Aiptu Muhammad Syahrun.

Dari hasil pemeriksaan awal, pria bernama Daeng Tinggi (55), warga Selayar asal Kabupaten Jeneponto, mengaku mengalami tekanan hidup berat.

Ia disebut terpukul setelah ditinggal sang istri yang menikah dengan pria lain, kondisi yang diduga kuat menjadi pemicu gangguan kejiwaan yang dialaminya.

Di sisi lain, warga mulai angkat suara terkait maraknya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berkeliaran tanpa penanganan serius.

Salah seorang warga, Nur Kamal, menilai persoalan ini tak bisa hanya dibebankan kepada aparat keamanan.

“Polisi hanya bisa mengamankan, tapi penanganan sebenarnya ada di pemerintah. Mereka butuh perawatan medis, bukan sekadar diamankan,” ungkapnya.

Peristiwa ini juga mengingatkan publik pada kejadian sebelumnya yang sempat menghebohkan, di mana seorang anggota polisi mengalami luka serius hingga patah tulang saat mengamankan ODGJ yang mengamuk menggunakan kapak.

Situasi ini menjadi alarm keras bagi semua pihak. Tanpa penanganan terpadu antara aparat keamanan dan instansi terkait seperti Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, potensi kejadian serupa bisa kembali terulang bahkan dengan dampak yang lebih berbahaya.

Polres Kepulauan Selayar pun menegaskan komitmennya untuk terus merespons cepat setiap laporan masyarakat, sembari mendorong langkah konkret pemerintah daerah dalam menangani persoalan ODGJ secara menyeluruh.

 

Penulis: Syarif

Loading

Comments

Baca Lainnya

Warga Selayar Wajib Tahu! Tanpa SIM dan STNK Aktif, Santunan Kecelakaan Bisa Hangus

9 April 2026 - 17:48 WITA

sim

Jaga Stabilitas Politik, Polres Selayar Intensifkan Silaturahmi ke Parpol

3 April 2026 - 12:31 WITA

partai politik

Polsek Bontomanai Dukung Ketahanan Pangan di Selayar, Panen Raya Jagung BUMDes Jambuia Capai 91 Ton

26 Maret 2026 - 20:07 WITA

panen

Pengorbanan di Balik Seragam: Briptu Muhlis Personel Polres Selayar Terluka Saat Selamatkan Warga

25 Maret 2026 - 21:57 WITA

polisi

Tak Kebagian Tiket? 110 Pemudik Warga Selayar Justru Pulang Gratis Naik Kapal Perang

19 Maret 2026 - 22:09 WITA

mudik
Trending di Selayar