Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Warga Bantaeng Dihebohkan dengan Penemuan Mayat di Cabodo

badge-check

					Petugas saat mengidentifikasi penemuan mayat. (BERITA.NEWS/Saharuddin). Perbesar

Petugas saat mengidentifikasi penemuan mayat. (BERITA.NEWS/Saharuddin).

BERITA.NEWS, Bantaeng –  Seorang Warga kampung Cabodo, Kelurahan Bontosunggu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa lagi di halaman rumahnya sendiri, Selasa (1/10/2019).

Mayat Penemuan itu pertama kali dilihat oleh anak SD usai jam sekolah berakhir. Anak SD yang melintas itu lantas melaporkan ke seorang yang lebih dewasa yang tak jauh dari lokasi penemuan.

“Ada anak sekolah SD datang tanya ka’, ada kayak orang gila atau orang meninggalkah itu,” kata Sampara, menirukan penyampaian anak SD saat ditemui di lokasi kejadian.

“Pas saya datangi ternyata Hj. Satu’ (65) yang meninggal. Makanya langsung saya sampaikan kewarga  untuk segera memanggil dokter sama petugas, saya bilang ke warga, jangan sentuh-sentuh dulu sampai ada petugas,” lanjutnya.

Dia pun menjelaskan kondisi mayat yang ditemuinya. Pekerja bengkel motor dan pres ban ini menuturkan bahwa mayat yang tergeletak itu diperkirakannya terbentur di kursi yang terbuat dari batu.

“Saya kerja di bengkel. Saya lihat terjepit di antara tempat duduk itu. Kayaknya terbentur pas jatuh. Kira-kira kejadiannya itu sekitar jam 8 atau jam 9, cuman baru di dapat siang ini setelah ada anak SD yang lewat,” beber Sampara.

Mayat perempuan itu diperkirakan meninggal saat tengah membersikan halaman rumahnya. Nampak di TKP ada sapu lidi, sekop sampah dan sendal yang digunakan korban meninggal dunia.

Sementara itu, petugas Kepolisian yang ada di lokasi menyebut tidak ada tanda-tanda kekerasan terhadap korban.

Paurkes Polres Bantaeng, Brigpol Syamsul I.J menuturkan, berdasarkan kolaborasi dengan Brigade Siaga Bencana (BSB) Kabupaten Bantaeng, dicurigai penyebab kematian adalah pecahnya pembuluh darah.

“Korban meninggal dunia ini mempunyai riwayat Hipertensi. Sementara, dicurigai akibat pecah pembuluh darah, tadi juga sudah diperiksa tim medis dari BSB,” kata Syamsul.

Kerabat dekat dan tetangga mendiang Hj. Satu’ kini melayat. Isak tangis warnai kepergian perempuan paruh baya ini.

  • Saharuddin

Loading

Comments

Baca Lainnya

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Sikap Tebang Pilih Penilaian Korwil SPPG Maros Jadi Sorotan, hingga Abaikan Juknis

8 April 2026 - 02:55 WITA

Trending di Daerah