Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Article

Tayang 30 Oktober 2025, Film Badik Lestarikan Budaya Bugis-Makassar

badge-check

					PhotoResizerOriginalWeight:103746 Perbesar

PhotoResizerOriginalWeight:103746

BERITA.NEWS, Makassar – Kearifan lokal Bugis -Makassar kembali menghiasi layar kaca bioskop di seluruh Indonesia.

Film karya PH Indora Global Film berkolaborasi dengan Pandawa Lima menggelar Gala Premier film ‘Badik’ dengan meriah, di Studio XXI, Trans Studio Mall, Makassar pada Sabtu (25/10/2025) malam.

Film yang menceritakan filosofi badik sebagai harga diri, cinta, dan kekeluargaan siap tayang serentak di bioskop pada 30 Oktober 2025 mendatang.

Sutradara Dicky R. Maland dipercaya memimpin jalannya produksi, menghadirkan adegan-adegan epik mulai dari tarung sarung, duel badik, hingga drama emosional yang menyentuh.

“Malam ini, kita bukan hanya sekedar nonton film. Kita sedang saksikan janji yang terwujud. Malam ini jiwanya Sulsel. Filosofi Siri na Pacce,” ujar Eksekutif Produser Film Badik, Ira Kusmira.

Deretan bintang papan atas ditampilkan, ada Prisia Nasution dan Donny Alamsyah. Bahlan, Talenta muda berbakat ikut mendapat tempat, seperti Fandy AA (Unru), Aulia Yayan (Dinda).

Ada juga Andi Kepo, M. Fahrul Rozi, Andi Wira, Rivan, Aulia Qalbi (Ros), Ryan Hidayat, Putri Aminda, Anggun, Andi Djajang, Rara, Bahrun, dan Aspada.

“Sebarkan semangatnya dan jadikan badik kebanggan Indonesia. Mari buktikan cerita dari timur punya tempat terhormat di panggung dunia,” kata Produser Film Badik, Ira Kusmira.

Badik mengisahkan dua kakak beradik, anak seorang guru silat di pelosok Makassar, yang menempuh jalan hidup berbeda. Unru (Fandy AA) bercita-cita memajukan daerahnya. Sedangkan, Badik (Wahyudi Beksi) bertekad melestarikan adat, budaya, dan seni pencak silat warisan ayahnya.

Setelah lulus sekolah, Unru merantau ke kota untuk kuliah, sementara Badik menetap di desa mengajar silat. Namun, tragedi menimpa ketika Unru meninggal saat mengikuti ospek yang penuh kekerasan.

Kematian itu menyisakan duka mendalam sekaligus misteri yang seolah ditutup-tutupi. Badik pun memutuskan pergi ke kota, menyelidiki kebenaran di balik kematian saudaranya.

Situasi semakin rumit ketika dua senior kampus, Illang (Rivan) dan Ros (Aulia Qalbi), ditemukan tewas secara tragis. Mereka ternyata terlibat dalam skandal ospek yang menewaskan Unru.

Dalam pencarian kebenaran, Badik dipertemukan dengan Nur, seorang mahasiswa yang juga menyimpan rasa penasaran.

Keduanya berkolaborasi. Badik sebagai cleaning service sekaligus wartawan kampus, dan Nur sebagai rekan investigasi menganalisis setiap petunjuk hingga menuliskannya di mading dan media kampus.

Seiring perjalanan, hubungan mereka kian dekat, meski Badik tetap merahasiakan jati dirinya.

Cerita film ini ditulis oleh Fajar Umbara dan dikembangkan bersama Sawal, dengan latar lokasi syuting di Makassar, Pangkep, Malino Gowa, Taman Batu, Ramang-Ramang, hingga Leang-Leang Maros. “Badik punya visualisasi yang kuat dan cerita inspiratif yang saya coba hadirkan lewat layar,” jelas Dicky R. Maland.

Bupati Pangkep Yusran Lalogau mengapresiasi film ini. Dia ikut serta hadir dalam gala premier film Badik.

“Saya apresiasi film badik ini, bahaimana kita kenalkan budaya kita, sebagai orang Sulsel ke tingjat nasional,” jelas Yusran Lalogau.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Makassar M Roem sudah siap mempromosikan Film Badik.

Secara khusus Pemkot Makassar bahkan menyewa studi bioskop. “Ini film nasional yang mengangkat budaya lokal Makassar.Pemkot akan booking beberapa bioskop untuk ditonton keluarga besar Pemkot Makassar,” jelas M Roem.

Film “Badik” menghadirkan plot twist menarik, dialog dengan kearifan lokal, serta pesan moral yang relevan di tengah perubahan zaman. “Lebih dari sekadar tontonan, film ini hadir sebagai tuntunan dengan banyak makna tersirat,” tutupnya. (*)

Loading

Comments

Baca Lainnya

Bagaimana Mekari Jurnal Mendorong Digitalisasi Sistem Keuangan Hingga 100%

25 Maret 2026 - 01:42 WITA

Bagaimana Mekari Jurnal Mendorong Digitalisasi Sistem Keuangan

Ardit Erwandha Ungkap Masa Sulit Hidupnya Mirip Karakter Arga di Film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

17 Maret 2026 - 10:54 WITA

Sering Terjadi di Marketplace! Begini Cara Kerja Penipuan Segitiga Mobil Bekas

7 Maret 2026 - 19:40 WITA

penipuan

Kalla Toyota Optimis Rajai Penjualan Otomotif Lewat New Veloz Hybrid EV

25 Februari 2026 - 09:53 WITA

Telkomsel Terapkan Registrasi Biometrik Wajah untuk Aktivasi Nomor Seluler Baru

21 Februari 2026 - 13:34 WITA

Trending di Article