BERITA.NEWS, Parepare — Suasana di Stadion Gelora BJ Habibie (GBH) Parepare berubah muram, Minggu (19/10/2025) malam. Ribuan pendukung PSM Makassar terdiam ketika peluit panjang dibunyikan tanda berakhirnya laga penuh harapan namun berujung luka.
Tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan itu harus menelan kekalahan pahit dari Arema FC pada pekan kesembilan BRI Super League 2025/2026.

Kekalahan ini bukan sekadar angka di papan skor. Hasil tersebut membuat PSM Makassar terperosok dua peringkat, dari posisi ke-15 turun ke peringkat ke-17 klasemen sementara. Situasi yang membuat para suporter kecewa dan tim tertekan untuk segera bangkit.
Di ruang konferensi pers, pelatih sementara PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, tampak menunduk lesu. Dengan nada penuh penyesalan, ia menyampaikan permintaan maaf kepada para suporter yang setia memenuhi tribun stadion.
“Pertama-tama saya memohon maaf karena hasilnya tidak sesuai dengan harapan,” ujar Ahmad lirih.
Ia kemudian mengakui bahwa gol cepat yang bersarang di gawang PSM di awal babak kedua menjadi titik balik yang mematikan semangat timnya.
Menurutnya, gol tersebut terjadi karena adanya pergantian mendadak akibat pemain inti mengalami masalah kesehatan.
“Masalahnya muncul saat pergantian pemain di awal babak kedua. Lasinari tiba-tiba kurang enak badan, jadi kami terpaksa melakukan pergantian. Situasi itu membuat keseimbangan tim terganggu,” jelasnya.
Sementara itu, Akbar Tanjung, yang mewakili para pemain PSM Makassar, juga tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengakui bahwa seluruh pemain telah berjuang keras untuk memberikan hasil terbaik di depan pendukung sendiri.
“Kami ingin sekali meraih tiga poin di kandang sendiri. Namun hasilnya seperti yang Anda lihat sendiri, kami harus kalah dari Arema. Ini pelajaran berharga bagi kami,” ungkap Akbar dengan nada getir.
Meski pahit, kekalahan ini disebut menjadi momentum bagi Juku Eja untuk berbenah sebelum melakoni laga tandang berikutnya ke Kediri.
Ahmad Amiruddin menegaskan bahwa dirinya akan melakukan evaluasi menyeluruh agar tim segera kembali ke jalur kemenangan.
Malam itu, stadion GBH perlahan sepi. Hanya suara langkah kaki para suporter yang meninggalkan tribun dengan wajah kecewa.
Namun bagi PSM Makassar, setiap kekalahan adalah pelajaran, dan setiap luka adalah bahan bakar untuk bangkit lebih kuat.
![]()





























