Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Makassar

Seminar Nasional GMD-DTGI, M Roem Paparkan Capaian Smart City Makassar

badge-check

					Seminar Nasional GMD-DTGI, M Roem Paparkan Capaian Smart City Makassar Perbesar

BERITA.NEWS,Makassar- Seminar Nasional Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index (GMD-DTGI) mengundang Kepala Dinas Kominfo Makassar Muhammad Roem sebagai pembicara panel session 2.

Seminar Nasional Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index (GMD-DTGI) ini berlangsung di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo, Fakultas Ekonomi Bisnis UGM, Kamis (18/9/2025).

Muhammad Roem tampil bersama 4 pembicara lainnya seperti, Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kota Yogyakarta Ignatius Trihastono. Ada juga Kepala Dinas Kominfo Kab Bandung Ahmad Brilyana.

Pada kesempatan itu, Roem memaparkan transformasi digital Kota Makassar salah satunya capaian Smart City yang sudah ada sejak 2015 lalu.

Ia menyebutkan saat penilaian Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, capaian smart city kota Makassar tahun 2024 diangka 3,64.

Kemudian berdasarkan penilaian Institut Management and Development (IMD), smart city Indeks Makassar peringkat 114 dari 142 kota di dunia.

Baca Juga :  Kemenko Polkam RI Dorong Peningkatan Kemerdekaan Pers yang Masih Fluktuatif

“Jakarta, Medan, dan Makassar mewakili Indonesia masuk daftar smart city Index global 2024,” paparnya

Roem menyebutkan infrastruktur digital merupakan kompenen paling penting.

Terbaru, dibawa kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham hadir program unggulan transformasi digital Makassar Super App yang diberi nama Lontara+.

Makassar Super App sangat relevan dengan kondisi sekarang. Ini adalah platform besar Pemkot dalam memberi layanan publik yang efisien bagi masayarakat.

Makassar Super App yang dinamai Lontara+, mengambil istilah yang dekat dengan warga Makassar yaitu Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar.

Melalui Lontara+, Pemkot telah menetapkan peta jalan layanan publik yang akan diintegrasikan hingga 2029.

“Telah kami tetapkan peta jalannya sampai 2029 untuk pengembangan fitur dalam pelayanan publik terintegrasi. lontara Plus adalah ekosistem digital yang mengintegrasikan seluruh layanan perangkat daerah ke dalam satu app,” jelasnya

“Kenapa diintegrasikan semua? Karena ada 358 aplikasi di pemkot saat ini. Semakin banyak pintu semakin banyak kerentanan,” sambungnya.

Olehnya itu, Super app hadir dalam satu pintu untuk warga Makassar yang memudahkan dalamMenerima pelayanan publik.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Gunakan Fasum Selama 30 Tahun, Lapak PKL di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri

18 April 2026 - 10:15 WITA

Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko & 60 Armada

17 April 2026 - 18:20 WITA

Menuju 10 Besar, 68 Peserta Ikuti Seleksi Komisioner BAZNAS Makassar

17 April 2026 - 14:13 WITA

WFH Pemkot Makassar, Munafri Gowes Bareng SKPD Pantau Kebersihan Kota

17 April 2026 - 13:45 WITA

Tanpa Konflik, Penertiban Lapak di Tallo Berjalan Tertib

17 April 2026 - 09:08 WITA

Trending di Makassar