Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Makassar

UNICEF Sebut 3 Masalah Gizi Masih Hantui Sulsel Perlu Atensi Serius

badge-check

					Ilustrasi (UNICEF/UN0248737/Noorani) Perbesar

Ilustrasi (UNICEF/UN0248737/Noorani)

BERITA.NEWS,Makassar- United Nations Children’s Fund, (Unicef) memberikan atensi khusus 3 masalah gizi yang masih menghantui Indonesia, termasuk di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Nike Frans, MPH selaku Nutrition Officer UNICEF Makassar yang merupakan Ahli Gizi Masyarakat mengakui ada 3 masalah gizi menjadi pekerjaan rumah semua pihak perlu atensi serius untuk diselesaikan.

“Indonesia masih dihantui 3 masalah gizi yang sampai saat ini, termasuk di Sulsel. Pertama kekurangan gizi di dalamnya ada stunting, wasting.

Lalu obesitas atau kelebihan berat badan dan kekurangan zat gizi mikro atau anemia,” ucapnya saat dialoginteraktif persoalan gizi dan stunting bersama Media. Kamis (17/4/2025).

Menurutnya, jika 3 masalah gizi ini terus dibiarkan akan mengancam kesejahteraan anak-anak atau kualitas manusia kedepan. Apalagi cita-cita Indonesia Generasi Emas 2045.

Saat ini, Unicef melalui kampanye Komunikasi Perubahan Perilaku mengajak semua pihak ikut bersama-sama mencegah 3 masalah gizi yang ada di masyarakat.

“Stunting sebenarnya disebabkan masalah gizi. Melalui pendekatan komunikasi perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Dasar dari perubahan perilaku itu informasi, pemahaman yang benar, mencegah dan menangani. Media memiliki peran yang besar dan krusial,” ungkapnya.

Baca Juga :  WFH Pemkot Makassar, Munafri Gowes Bareng SKPD Pantau Kebersihan Kota

Sementara itu, Surahmansah Said Direktur Jenewa Institut mengatakan kolaborasi saat ini, bersama UNICEF, Tanoto Fondation dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) gencar sosialisasi cegah stunting dengan 3 Perilaku Kunci.

Pertama, Ibu Hamil harus rutin minum tablet tambah darah setiap hari selama kehamilan, makan bergizi seimbang dan memeriksa kesehatan.

Kedua, Anak Usia 6-24 bulan diberikan pendamping ASI bergizi seimbang dan kaya protein hewani seperti ikan, telur, ayam, daging. Sembari terus diberikan ASI selama 2 tahun.

Ketiga, Semua Anak Balita agar rutin dibawa ke posyando setiap bulan untuk dipantau tumbuh kembangnya.

“Program unicef dalam memberikan penguatan gizi di Sulsel khususnya dalam hal pencegahan stunting. Indonesia 2045 tentu bicara sdm menyiapkan generasi sekarang menjadi tulang punggung negara ini saat 20245 di usianya ke 100 tahun,” ucap Surahmansah.

“Komunikasi perubahan perilaku. Tentu kalau bicara itu bagaimana memberikan informasi yang benar mengedukasi masyarakat. Unicef sangat dukung komunikasi perubahan perilaku. 3 pesan kunci ini lah yang perlu terus di sampaikan,” lanjutnya.

Pemprov Sulsel yang diwakili Kepala Bappelitbangda Setiawan Aswad serta Kepala Dinas Kesehatan Muhammad Ishaq Iskandar menyatakan komitmen pada masalah gizi ini, khususnya pencegahan stunting jadi perhatian serius Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Menuju 10 Besar, 68 Peserta Ikuti Seleksi Komisioner BAZNAS Makassar

17 April 2026 - 14:13 WITA

WFH Pemkot Makassar, Munafri Gowes Bareng SKPD Pantau Kebersihan Kota

17 April 2026 - 13:45 WITA

Tanpa Konflik, Penertiban Lapak di Tallo Berjalan Tertib

17 April 2026 - 09:08 WITA

Soal Aksi Seruan Dukung JK di Makassar, KALLA Minta Semua Pihak Menahan Diri

17 April 2026 - 05:21 WITA

27 Oktober 2026, Makassar Tuan Rumah Konfrensi Musik Indonesia

16 April 2026 - 16:23 WITA

Trending di Makassar