Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

DKI Jakarta

Diduga Ada Upaya Adu Domba di Balik Bentrokan Bantara dan FBR di Kelapa Gading

badge-check

					Silaturahmi dan Buka Puasa FBR. (Foto: Istimewa) Perbesar

Silaturahmi dan Buka Puasa FBR. (Foto: Istimewa)

BERITA.NEWS, JAKARTA – Insiden bentrok antara anggota Bantara dan Forum Betawi Rempug (FBR) di kawasan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 27 Maret lalu ternyata menyimpan fakta mengejutkan.

Investigasi tim redaksi mengungkap adanya indikasi kuat upaya sistematis untuk memecah belah kedua ormas yang sebelumnya telah hidup rukun selama dua tahun menjaga lahan tersebut.

Kronologi Konflik

Berdasarkan pantauan lapangan dan wawancara dengan sejumlah saksi, konflik berawal ketika seorang pengacara berinisial TS yang mengaku mewakili klien bernama Ibu Eni datang ke lokasi pada 20 Maret 2025.

TS melakukan intimidasi dan berusaha mengusir para penjaga lahan.

“Saat itu kami diusir secara paksa. Bahkan ada ancaman terhadap ibu-ibu dan anak-anak di lokasi,” tutur Andi (38), salah seorang penjaga lahan yang enggan disebutkan nama lengkapnya.

Seminggu kemudian, tepatnya 27 Maret 2025, TS kembali dengan membawa sejumlah orang dan secara sepihak melakukan pembongkaran papan pembatas lahan.

Aksi ini memicu ketegangan yang berujung pada bentrok fisik antara penjaga lahan dengan kelompok TS, yang kemudian melibatkan oknum FBR.

Informasi yang dihimpun, dimana sebelumnya pernah dilakukan olah data soal data tersebut. Namun pihak kelompok pengacara TS tidak dapat membuktikan titik lokasi.

Hubungan Harmonis Selama Dua Tahun

Fakta menarik terungkap bahwa sebelum insiden ini, Bantara dan FBR telah bekerja sama menjaga lahan tersebut selama dua tahun tanpa masalah.

Seorang anggota Bantara bahkan menempati rumah di lokasi, sementara FBR bertugas mengamankan area depan.

“Kami selalu komunikasi dengan baik. Tidak pernah ada gesekan berarti sebelumnya,” jelas Albar, juru bicara Bantara saat dikonfirmasi.

Indikasi Adu Domba

Pimpinan kedua ormas mencurigai adanya upaya sengaja untuk memicu konflik.

“Ini jelas provokasi yang dirancang untuk memecah kami,” tegas Andi Feri, perwakilan FBR.

Sumber kepolisian yang tidak mau disebutkan namanya mengaku sedang menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak ketiga yang berkepentingan dengan lahan tersebut.

“Kami telah mengumpulkan sejumlah bukti dan memeriksa beberapa saksi,” ujarnya.

Saat ini, pihak berwenang terus mendalami kasus ini untuk mengungkap aktor di balik insiden tersebut dan mencegah konflik lebih lanjut antara kedua kelompok yang sebelumnya hidup berdampingan secara damai.

Loading

Comments

Baca Lainnya

TMC Dinilai Lebih Efisien, Ilmuwan Djoko Goenawan: Kunci Realisasi Target Ekonomi 8 Persen Presiden Prabowo

19 April 2025 - 05:04 WITA

tmc

Tamsil Linrung Mundur dari Bursa Ketua KKSS, Tegaskan Dukungan untuk Andi Amran Sulaiman

6 April 2025 - 13:58 WITA

tamsil-linrung

Andi Ida Nursanti Deklarasikan Diri Maju pada Pemilihan Ketua Umum KKSS 2025-2030

29 Maret 2025 - 12:19 WITA

ketua-kkss

Libatkan Anjing Pelacak, Polri Kerahkan 104 Personel Satwa K9 untuk Amankan Libur Lebaran 2025

25 Maret 2025 - 18:47 WITA

Jokowi Hadiri Buka Puasa NasDem, Bahas Isu Nasional dengan Surya Paloh

22 Maret 2025 - 01:14 WITA

Trending di DKI Jakarta