Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pemprov Sulsel

HKG PKK Ke-51 di Soppeng, Sofha Marwah Bahtiar Tekankan Penanganan Stunting

badge-check

					HKG PKK Ke-51 di Soppeng, Sofha Marwah Bahtiar Tekankan Penanganan Stunting Perbesar

BERITA.NEWS,Soppeng– Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-51 Tingkat Kabupaten Soppeng berlangsung meriah di Gedung Lapatau, Minggu, 26 November 2023.

Mengusung tema Bergerak Bersama Menuju Keluarga Sejahtera dan Tangguh Wujudkan Indonesia Tumbuh, peringatan HKG PKK ini dihadiri Penjabat Ketua TP PKK Provinsi Sulsel, Sofha Marwah Bahtiar.

Sofha Marwah mengapresiasi pelaksanaan peringatan HKG PKK Kabupaten Soppeng yang berlangsung meriah dan dihadiri Bupati Soppeng Kaswadi Razak, serta seluruh pengurus dan kader PKK Kabupaten Soppeng.

Ia menyampaikan sejumlah pesan penting, khususnya penanganan stunting dan program prioritas Pemerintah Provinsi Sulsel terkait ketahanan pangan.

“Penanganan stunting dan gizi buruk harus menjadi perhatian bersama,” kata Sofha Marwah.

Istri Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin ini mengingatkan tentang pentingnya pendataan agar penanganan tepat sasaran. Untuk stunting, pengukuran dilakukan pada usia 0 – 2 tahun. Sedangkan untuk usia 2 – 5 tahun, masuk kategori gizi buruk.

“Di Sulsel angka stunting kita masih tinggi, 27 persen. Ini tentu menjadi PR bersama, dan sekarang sudah ada aplikasi Inzting, Ikhtiar Menzerokan Stunting, ini agar pendataan kita seragam dan penanganan tepat sasaran,” jelasnya.

Sementara, Bupati Soppeng, Kaswadi Razak, mengungkapkan, kasus stunting di Soppeng mencapai 1.100 kasus atau sekitar 10 persen. Menurutnya, untuk menyelesaikan stunting sangat sederhana, namun harus fokus dalam penanganannya. Tetapi, ada beberapa hal yang harus dibenahi dalam pendataan.

Kaswadi mencontohkan di Desa Umpungeng, banyak anak dikategorikan stunting karena ukuran tubuhnya yang tidak tinggi. Padahal, secara fisik kondisi mereka sangat sehat.

“Di Desa Umpungeng kalau dilihat fisik anak-anak sehat sekali, apalagi kalau sudah mulai jalan. Tapi ukuran badannya tidak tinggi, akhirnya dikategorikan stunting. Padahal disana secara genetik memang penduduknya pendek-pendek,” kata Kaswadi.

Ia berharap, pemerintah daerah bersama TP PKK bersinergi dalam penanganan stunting, gizi buruk, dan kemiskinan ekstrim, yang juga menjadi program prioritas nasional.

Dalam kesempatan ini, Pj Ketua TP PKK Sulsel Sofha Marwah Bahtiar didampingi Ketua TP PKK Soppeng Nurjannah Kaswadi, menyerahkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Hari Jadi ke-66, Gubernur Sulsel Dorong Parepare Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

14 April 2026 - 14:24 WITA

Hari Jadi Enrekang ke 66, Andi Sudirman Serahkan Bantuan Rp 10 M: Sejahterakan Masyarakat 

14 April 2026 - 08:13 WITA

Pengadaan Randis Lexus LM Sesuai Aturan dan Berbasis Efisiensi Aset

12 April 2026 - 05:51 WITA

UPT Jasa Layanan Kearsipan Sulsel Dorong Literasi Arsip Lewat Pameran Edukasi 

10 April 2026 - 15:31 WITA

Soroti Dugaan Penimbunan BBM, Sekda Sulsel Desak Aparat Tindak Tegas

7 April 2026 - 07:02 WITA

Trending di Pemprov Sulsel