Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Gowa Masuk 10 Besar Penilaian I-Sim for Regencies 2023

badge-check

					Gowa Masuk 10 Besar Penilaian I-Sim for Regencies 2023 Perbesar

BERITA.NEWS, Gowa – Kabupaten Gowa berhasil melaju ke tahap 10 besar dari 103 kabupaten di Indonesia yang dipilih untuk mengikuti penilaian program I-Sim for Regencies 2023. Penilaian ini merupakan tahapan akhir dari seluruh penilaian yang dilakukan setelah sebelumnya telah diadakan verifikasi data dan lapangan.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Abdul Karim Dania mewakili Bupati Gowa untuk melakukan presentasi Program SDGs Unggulan Daerah dengan membawa Inovasi Kampung Rewako sebagai kluster ekonomi terpadu berbasis potensi lokal.

“Program ini telah memenuhi 10 dari 17 goals seperti tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, pendidikan berkualitas kehidupan sehat dan sejahtera, kesetaraan gender, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, berkurangnya kesenjangan, kota dan permukiman berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab, serta kemitraan untuk mencapai tujuan,” katanya saat dikonfirmasi setelah melakukan presentasi pada Senin, (30/10).

Abdul Karim mengungkapkan rasa bangganya karena Gowa berhasil masuk dalam penilaian akhir program ini. Menurutnya, hal ini dapat menjadi motivasi agar dapat memenuhi seluruh target pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di Kabupaten Gowa.

“Seperti yang kita ketahui, program unggulan Kampung Rewako ini adalah merupakan inisiatif bersama Bapak Bupati dengan seluruh Forkopimda Kabupaten Gowa dan hari ini, kolaborasi tersebut telah memperlihatkan hasil yang sangat positif untuk masyarakat,” ungkapnya.

Lanjutnya, pelaksanaan Program Unggulan Kampung Rewako di Desa Je’netallasa, Kecamatan Pallangga ini sangat mungkin direplikasi oleh desa-desa maupun kelompok masyarakat. Prinsip yang mendayamanfaatkan aset warga/desa serta pemanfaatan SDM menjadi added value yang penting. Ditambah lagi dengan memperhatikan environmental sustainability sebagai pondasi pengembangannya.

Baca Juga :  Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

“Tentu dalam replikasi dapat disesuaikan dengan kondisi geografis, topografis dan demografis yang ada di desa/kelurahan tersebut. Untuk di Kabupaten Gowa sendiri telah direplikasi sebanyak 83 desa/kelurahan yang tersebar di 18 kecamatan,” tambahnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Gowa ini berharap dengan adanya Program SDGs unggulan ini, terjadi peningkatan taraf hidup masyarakat Kabupaten Gowa khususnya yang berada di sekitar pengembangan Kampung Rewako di 83 desa/kelurahan tersebut.

“Selain itu kita juga berharap hasil yang terbaik dari penilaian yang dilakukan barusan. Insya Allah Kabupaten Gowa mampu berkontribusi baik secara nasional dan internasional,” pungkas Abdul Karim yang mewakili Bupati Gowa yang sedang mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) yang dilaksanakan oleh Lemhanas di NUS Singapura.

Setelah penilaian akhir ini dirampungkan, penganugerahan bertajuk SDG Annual Conference 2023 dijadwalkan akan digelar pada November mendatang.

Dikonfirmasi pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gowa, Sujjadan mengungkapkan bahwa indikator penilaian ini telah sesuai dengan misi Kabupaten Gowa seperti yang tercantum pada RPJMD tahun 2021-2026.

“Di dalam misi kita kan yang pertama mendukung pencapaian pilar pembangunan sosial, yang kedua ekonomi, ketiga lingkungan, dan yang terakhir hukum dan tata kelola. Keempat misi ini semuanya sudah mencakup 17 tujuan dari SDGs. Jadi sudah sinkron,” terangnya.

Untuk diketahui, I-Sim for Regencies 2023 ini merupakan program inisiatif berskema rating dan awarding untuk meningkatkan integrasi dan kolaborasi ekosistem Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat kabupaten. Program ini merupakan kolaborasi antara PT Surveyor Indonesia (PTSI), Bappenas, APKASI dan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD).

Dari Sulawesi Selatan, terdapat 2 (dua) kabupaten yang masuk dalam tahap akhir penilaian ini, yaitu Kabupaten Gowa dan Sinjai. Kabupaten yang lainnya adalah Bantul, Temanggung, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Bogor, Karo, Bandung, dan Magelang.

  • Putri

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah