Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Bupati Andi Utta Serahkan Insentif Guru TPA dari Baznas Bulukumba

badge-check

					Bupati Andi Utta Serahkan Insentif Guru TPA dari Baznas Bulukumba. (Foto: Humas Pemkab) Perbesar

Bupati Andi Utta Serahkan Insentif Guru TPA dari Baznas Bulukumba. (Foto: Humas Pemkab)

BERITA.NEWS, Bulukumba – Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyerahkan secara simbolis insentif kepada guru TPA/TKA dan Madrasah Diniyah yang berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bulukumba.

Penyerahan secara simbolis itu dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Bulukumba di sela-sela pelaksanaan apel gabungan OPD, Senin 9 Oktober 2023.

Pimpinan Baznas Bulukumba HM Yusuf Shandy menyampaikan jumlah anggaran insentif yang dialokasikan untuk Guru TPA/TKA dan Madrasah Diniyah sebanyak Rp.360.600.000 untuk 48 orang.

“Ini adalah bentuk perhatian Baznas Kabupaten Bulukumba terhadap para guru TKA/TPA dan Madrasah Diniyah sebagai garda terdepan dalam mendidik dan menanamkan nilai-nilai agama pada anak-anak kita,” ungkap Yusuf Shamdy.

Lebih lanjut dikatakan, pemberian insentif itu sebagai salah satu upaya pemanfaatan dana Zakat Infaq Sedeqah (ZIS) yang dikelola oleh Baznas, agar pahala dan kebaikannya terus berlimpah, tepat guna dan dirasakan oleh orang banyak.

Sementara itu Bupati Bulukumba dalam sambutan menaruh harapan kepada para guru termasuk guru TPA agar lebih fokus dalam pendidikan moral dan akhlaq anak anak.

Hal itu dikatakan Andi Utta sapaan akrab Bupati Bulukumba dalam rangka melahirkan generasi yang memiliki sikap yang saling menghargai dan menghormati orang yang lebih tua.

Menurut Andi Utta, generasi saat ini banyak yang tidak lagi menjunjung tinggi nilai nilai Bugis Makassar, Sipakatau (saling menghargai) dan Sipakalebbi (saling menghormati), terutama di media sosial atau grup WhatsApp.

“Generasi kita mengalami krisis nilai. Dalam berbicara anak anak sudah patoa toai (tidak menghargai) yang lebih tua. Padahal seharusnya berbahasa lebih santun,” ujarnya.

Olehnya itu, Bupati Andi Utta berharap peran guru lebih optimal lagi dalam mengajarkan anak anak didiknya supaya lebih beretika dalam bersikap maupun dalam berbahasa.

“Kita harus lebih mendidik lagi, sehingga anak anak kita bisa lebih menghargai orang yang dituakan,” pintanya. ***

Loading

Comments

Baca Lainnya

Dari Lalu Lintas ke Mimbar MTQ, Bripda Ahriadi Personel Polres Bulukumba Tunjukkan Prestasi

17 April 2026 - 21:19 WITA

mtq

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Trending di Daerah