Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

48 SBP Lapas Parepare Ikuti Pelatihan Kompetensi, Kalapas: Sertifikat Standar Nasional

badge-check

					Warga Binaan Lapas Parepare Ikuti Pelatihan Kompetensi MTU. (Dok. Ist) Perbesar

Warga Binaan Lapas Parepare Ikuti Pelatihan Kompetensi MTU. (Dok. Ist)

BERITA.NEWS, PAREPARE – Sebanyak 48 SBP atau warga binaan Lapas Kelas IIA Parepare ikut dalam pelatihan berbasis kompetensi Mobile Training Unit (MTU).

Pelatihan tersebut, terbagi dalam tiga paket pengajaran yakni Pelatihan Barista, Asistensi Membuat Pakaian dan Asistensi Teknisi Dan AC.

Pelatihan ini berlangsung selama 19 hari atau setara dengan 152 jam pelatihan yang bekerjasama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkajene Kepulauan (Pangkep).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Staf Ahli Kemasyarakatan Dan Sumber Daya Manusia (SDM) Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, Noldy Rengkuan di Aula Lapas Parepare, Kamis (12/9/2024).

Mewakili Pj. Wali Kota Parepare, Noldy Rengkuan dalam sambutannya mengungkapkan, ini merupakan pelatihan berbasis masyarakat yang dilaksanakan secara non institusional atau di luar workshop Balai Latihan Kerja (BLK).

“Pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan agar masyarakat dapat mengikuti pelatihan secara gratis tanpa harus datang ke BLK,” ungkapnya.

Menurutnya, para peserta dibekali ilmu sesuai bidangnya yang diharapkan mampu bersaing di dunia kerja maupun wirausaha.

Baca Juga :  Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

“Semoga dengan adanya pelatihan ini sehingga kedepannya dapat mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat,” harap Noldy.

Noldy mengatakan, pihaknya mengapresiasi atas terselenggaranya pelatihan berbasis kompetensi yang dilaksanakan Lapas Parepare bekerjasama BPVP Pangkep.

“Semoga kegiatan ini dapat menimbulkan dampak positif bagi warga binaan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Parepare,” harapnya lagi.

Sementara, Kalapas Parepare, Totok Budianto menegaskan bahwa pelatihan kemandirian bersertifikat di Lapas IIA Parepare bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan dan pengetahuan kepada Warga Binaan.

Sehingga kata Totok, kedepannya WBP Lapas Parepare ini dapat bekerja secara mandiri setelah menjalani masa pidana.

“Para peserta pelatihan berbasis kompetensi MTU ini berhak mendapatkan Sertifikat standar Nasional,” ujarnya.

Dijelaskan Totok, pelatihan ini digelar berdasarkan amanat Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa narapidana berhak mendapatkan pendidikan, pengajaran, dan kegiatan rekreasional serta kesempatan untuk mengembangkan potensi diri.

“Selanjutnya, pada Pasal 38 huruf b disebutkan bahwa narapidana berhak menerima kegiatan pembinaan berupa pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian selama di Lapas,” tegas Totok.

 

Penulis: Wahyu Ady Saputra

Loading

Comments

Baca Lainnya

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Sambut HUT ke-66 Parepare, Tenaga Kesehatan PKM Lumpue Kompak Kenakan Busana Adat

14 April 2026 - 12:17 WITA

hut parepare
Trending di Parepare