Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

4 Sekolah di Masamba-Sabbang Masih Berlumpur dan Digenangi Air

badge-check

					Rumah-rumah warga yang tertimbun lumpur dan pasir. Sedikitnya 10 rumah hanyut dan 213 lainnya tertimbun lumpur dan pasir akibat banjir bandang yang menerjang sejumlah kecamatan di Luwu Utara, Sulawesi Selatan. (net) Perbesar

Rumah-rumah warga yang tertimbun lumpur dan pasir. Sedikitnya 10 rumah hanyut dan 213 lainnya tertimbun lumpur dan pasir akibat banjir bandang yang menerjang sejumlah kecamatan di Luwu Utara, Sulawesi Selatan. (net)

BERITA.NEWS, Luwu Utara – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Luwu Utara mengatakan ada empat sekolah di Masamba dan Sabbang tertimbun lumpur dan digenangi air. Kondisi itu sebagai dampak paling parah terhadap banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah tersebut pada Senin (13/7).

Empat sekolah tersebut terdiri dari tiga unit sekolah dasar dan satu sekolah menengah pertama di dua kecamatan. Pada Kecamatan Masamba yakni SD Inkor Masamba dan SMP 1 Masamba, sedangkan untuk Kecamatan Sabbang yakni SD 20 Pongo dan SD 19 Sabbang.

Kepala Dinas Pendidikan Luwu Utara Jasrun menyebutkan dua sekolah terdampak timbunan lumpur yakni SD Inkor Masamba dan SD 20 Pongo. Sementara SMP 1 Masamba dan SD 19 Sabbang tergenang air.

“SMP 1 Masamba ini posisinya ada di depan bandara dan baru kali ini sekolah itu terdampak banjir dan masih digenangi air sampai sekarang. Kalau SD 19 Sabbang itu malah banjir masuk dan ada juga lumpur. Depannya sekolah masih seperti sungai,” kata Jasrun, Jumat (17/7/2020) seperti dilansir Antara.

Dia berujar, sekolah dengan dampak paling parah yakni SD Inkor Masamba yang hampir seluruh bangunan tertutupi lumpur. Sehingga yang tersisa hanya atap sekolah muncul di permukaan.

Sekolah ini terdiri dari enam rumbel dengan total tenaga didik sekitar 70 orang. Karena jumlah yang tidak begitu besar, maka Disdik berencana akan menggabungkan siswa SD Inkor Masamba dengan SD Bone yang lokasinya tidak begitu jauh.

“Rencana begitu, dan ini akan kita bicarakan dengan orang tua murid karena dalam waktu ini sekolah sudah tidak bisa dipakai. Kita sudah meminta alat berat untuk segera mengeruk lumpur. Totalitas harus dimaksimalkan karena lokasinya di tengah-tengah permukiman,” paparnya, mengutip Detikcom.

Selain itu, ada juga SD 20 Pongo yang kondisinya tertimbun lumpur hingga ketinggian setengah meter.

“Kita belum bisa menentukan langkah penanganan, terpenting sekarang mudah-mudahan alat berat bisa masuk mengerok karena ada tertimbun sampai 2 meter sebelum lumpur itu semakin mengeras,” ujarnya.

Selain empat sekolah, sebelumnya ada juga SMP Kalitata Kecamatan Malangke Barat yang digenangi air, tetapi sekolah ini hampir setiap tahun tergenang air saat hujan turun.

“Bisa dibilang sekolah ini selalu menjadi langganan dimasuki air setiap kejadian banjir,” katanya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah