Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

22 Ribu Pakaian Hitam di Festival Pinisi 2019 Bulukumba

badge-check

					22 Ribu Pakaian Hitam di Festival Pinisi 2019 Bulukumba Perbesar

BERITA.NEWS, Bulukumba – Karnaval pakaian hitam sukses digelar. Sedikitnya, 22 ribu masyarakat Bulukumba, Sulawesi Selatan memadati Lapangan Pemuda, Kamis (12/11/2019).

Lokasi seluas kurang lebih 3000 Meter persegi nyaris tanpa sekat dipadati peserta karnaval yang datang dari 10 Kecamatan,136 desa dan kelurahan.

Rangkaian kegiatan festival Pinisi ke-10 tahun 2019 ini menampilkan kreasi masyarakat, dengan balutan pakaian hitam yang dihiasi beragam pernak pernik dan atribut.

Beberapa bahkan menggunakan sampah plastik yang dikreasi menjadi baju, termasuk juga ada yang menggunakan dedaunan dan plastik yang dibentuk untuk menjadi bando.

Karnaval Pakaian Hitam atau dalam bahasa Konjo dikenal dengan ‘Baju Le’leng’. ‘Hitam Pekat’ Menuju Pusaran Kota, Mengerubut di Bundaran Pinisi Tanpa Alas Kaki.

Karnaval yang mengusung konsep budaya Tana Toa Kajang, yaitu pakaian hitam yang diikuti oleh seluruh kelompok masyarakat, pemerintahan serta swasta.

Baca Juga :  Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

Beberapa kelompok pelajar ada yang membawa alat musik tradisional, ada juga yang menghiasi diri dengan properti berbentuk perahu Pinisi dan rumah adat Kajang.

Dari kelompok pelajar ada yang tampil tanpa mengenakan baju. Hanya sarung hitam dan Passapu’ alias pengikat kepala berwarna hitam.

Dilengkapi tarian Pabbitte Passapu, dan Tari Anggaru’. Pada tari Anggaru’ satu peserta menampilkan adegan menghunuskan badik di tengah 22 Ribu masyarakat yang hadir.

Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto di tengah acara saat menyaksikan peserta mengaku, kehadiran masyarakat dengan mengenakan pakaian hitam adalah bentuk persatuan yang dibalut dalam kesederhanaan.

“Inilah Bulukumba, menyatu dalam kebersamaan. Mereka menggunakan pakaian hitam meski mereka bukan dari warga Kajang. Kuta tau semua masyarakat dari desa lain juga menggunakan pakaian hitam. Bahkan dari Kabupaten Bantaeng turut hadir pada Karnaval kita hari ini,”ucap Wakil Bupati.


Tomy bahkan mengaku, jika masyarakat Bulukumba dipersatukan pada kegiatan ini, dan menjadi hal yang perlu digaris bawahi dan diviralkan. Bulukumba adalah satu.

Selain karnaval pakaian hitam, pada serangkaian acara masih akan berlangsung hingga 14 September mendatang di pantai Bira.

IL

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah