Polres Gowa Amankan 64 Ember Cincau Berformalin

Sebanyak 64 ember cincau berformalin diamankan Polres Gowa. (BERITA.NEWS/ACP)
Sebanyak 64 ember cincau berformalin diamankan Polres Gowa. (BERITA.NEWS/ACP)

BERITA.NEWS, Gowa – Momentum bulan Ramadan rupanya dimanfaatkan oleh sejumlah oknum pedagang nakal di pasaran. Sebut saja pedagang cincau. Demi meraup keuntungan yang melimpah, dua pedagang cincau di Gowa

Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Gowa berhasil mengamankan 64 ember cincau berformalin dari tangan dua pedagang yakni TBK (62) dan PDR (50).

Dalam Press Conferencenya, Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan terungkapnya Cincau berformalin ini saat Tim Satgas Pangan Polres Gowa melakukan Inpeksi Mendadak (Sidak) pasar dan menemukan 64 ember cincau yang siap di pasarkan.

Baca Juga : Sanksi Menghantui PNS Yang Perpanjang Cuti Lebaran

“Tim Satgas beberapa waktu lalu melakukan sidak di sejumlah pasar, dan kaminmenemukan 64  ember Cincau siap jual, setelah melalui uji Laboratorium Forensik (Labfor) 64 ember berisi cincau ini positif mengandung Formalin,” ungkapnya dihalaman Mapolres Gowa, Rabu (29/5/2019).

Baca Juga :  Bupati Luwu Hadiri PSBM XXII di Makassar

Sementara itu, salah seorang tersangka TBK yang merupakan pembuat cincau mengaku sudah lima tahun menggeluti usaha tersebut dan dijual menjelang bulan Ramadan disejumlah pasar di Kabupaten Gowa yakni di Pasar Minasa Maupa, Pasar Tumpah di Kecamatan Pallangga, dan di Pasar Panciro.

“Kalau menjual cincau saya sudah lima tahun, kita jualnya musiman hanya pada saat bulan Ramadan saja,” tuturnya.

Diketahui, harga cincau per ember dijual ke pasaran dari harga Rp60 ribu hingga Rp75 ribu per ember.

Baca Juga : Jelang Lebaran, Ini Sejumlah Larangan Keras Bupati Adnan Untuk ASN Gowa

Baca Juga :  Pemkab Luwu Raih Opini WTP ke-7

Dari tangan kedua pelaku, Polres Gowa berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yakni 64 ember berisi cincau, empat ember kosong bekas cincau, satu jaringan warna putih berisi cairan bening, dan satu unit mobil Pick Up Nomor Polisi DD 8606 BC.

AKP Tambunan juga mengimbau kepada Masyarakat untuk lebih teliti dalam memilih jajanan, dan segera laporkan jika ada oknum yang melakukan penimbunan mauoun adanya indikasi mencampur bahan pengawet.

Keduanya pun dijerat pasal 135 dan atau Pasal 136 huruf b, Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan denda sebesar Rp10 milyar.

.ACP