Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

102 Daerah di Indonesia Belum Terdampak COVID-19

badge-check

					ilustrasi: net Perbesar

ilustrasi: net

BERITA.NEWS, Jakarta – Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebutkan sebanyak 102 kabupaten/kota di Indonesia belum terdampak COVID-19.

“Ada 102 kabupaten/kota yang tidak atau belum terdampak COVID-19. Terutama yang berwarna hijau di seluruh Indonesia. Cukup banyak,” ujar Wiku dalam konferensi pers daring di Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Kemudian terdapat sebanyak 85 kabupaten/kota yang memiliki risiko tinggi atau berwarna merah. Sebanyak 180 kabupaten/kota dengan risiko sedang atau berwarna oranye, dan 139 kabupaten/kota dengan risiko rendah atau kuning.

Dia menambahkan untuk meningkatkan ketahanan kesehatan bangsa, maka perlu meningkatkan kesehatan masyarakat. Saat ini yang terjadi adalah darurat kesehatan masyarakat.

“Karena penularan virus ini dengan droplet, maka dipastikan harus menggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Perilaku ini harus dilakukan secara disiplin baik oleh individu maupun secara kolektif,” terang dia.

Jika perilaku itu dilakukan mulai dari tingkat keluarga, RT, RW, daerah, hingga nasional. Jika sudah mencapai 70 persen maka akan menyulitkan virus itu untuk berkembang.

Untuk memudahkan semua masyarakat mengingat apa yang harus dilakukan, maka perlu adanya upaya mengubah perilaku dengan gerakan. Wiku mengutip gerakan “4 Sehat 5 Sempurna”, saat pemerintah ingin meningkatkan gizi masyarakat.

“Kami meminjam istilah ini, untuk digunakan melawan COVID-19. Gerakan “4 Sehat 5 Sempurna Lawan COVID-19″, yakni memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan, berolahraga, istirahat dan tidak panik, serta makan bergizi,” terang dia.

Dia menjelaskan bahwa tindakan preventif dan promotif merupakan upaya kesehatan yang efektif serta efisien, dibandingkan tindakan kuratif atau pengobatan.

Ketahanan kesehatan masyarakat, lanjut dia, merupakan investasi dalam pembangunan bangsa. Kesempatan pada masa krisis COVID-19, perlu meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat agar dapat menjadi bangsa yang maju.

. Antara

Loading

Comments

Baca Lainnya

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

OJK Perkuat GRC untuk Jaga Stabilitas Sistem Keuangan di Tengah Risiko Global

9 April 2026 - 08:30 WITA

Trending di Nasional