BERITA.NEWS,Makassar- Menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi (SES) 2026, geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan (Sulsel) terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dari tahun ke tahun. Kamis (7/5/2026).
Angka ini menjadi gambaran, besarnya potensi pertumbuhan UMKM di Sulsel di tengah dinamika ekonomi nasional. Kedepannya sektor ini diproyeksikan bisa menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat di daerah.

Pertumbuhan ini menjadi data penting Badan Pusat Statistik (BPS) yang akan menggelar SES 2026 per 1 Mei hingga 31 Juli mendatang. Program ini secara menyeluruh akan memotret struktur usaha di Indonesia, termasuk analisis sektoral perkembangan UMKM di daerah.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kurung waktu 3 tahun terakhir, pertumbuhan UMKM di Sulsel terbilang sangat pesat, jika dilihat angka tahun 2024,2025 dan 2026.
Dari 24 Kabupaten dan Kota di Sulsel. Makassar menjadi salah satu daerah dengan jumlah UMKM terbesar, yakni 19.023 pelaku usaha pada 2024, meningkat menjadi 26.695 pada 2025 dan mencapai 109.265 pada 2026.
Meski begitu, dalam 1 tahun terakhir Kabupaten Bone menjadi yang paling besar pertumbuhan pelaku UMKM di Sulsel, tercatat pada 2025 hanya ada 2.790, angka tersebut menigkat tajam pada 2026 menjadi 142.200 pelaku usaha UMKM.

Produk UMKM di UPT PLUT Dinas Koperasi dan UKM Pemprov Sulsel (dok.)
Adapun data UMKM di Sulsel pada 2024 terdapat 91.328 Usaha Mikro, 1.522 Usaha Kecil dan 169 Usaha Menengah, sehingga total 93.019 pelaku usaha.
Lalu data 2025, tercatat ada 110.349 Usaha Mikro, 2.350 Usaha Kecil dan 195 Usaha Menengah, sehingga total mencapai 113.037.
Kemudian pada 2026 yang terus berjalan memasuki pertengahan tahun tercatat peningkatan luar biasa, 1.082.838 Usaha Mikro, 4.369 Usaha Kecil dan 757 Usaha menengah, total ada 1.087.964 pelaku UMKM.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel Andi Eka Prasetya mengatakan upaya pemerintah dalam mengawal para pelaku UMKM melakukan pendampingan dan pelatihan berbasis anggaran pemerintah ataupun kolaborasi stakeholder.
“Kolaborasi pengembangan manajemen usaha, digital marketing , penggunaan kemasan , dan bantuan sertifikasi halal. Pemerintah provinsi di anggaran 2025 juga memberikan bantuan peralatan untuk peningkatan produksi kepada UMKM,
antara lain coffee maker espresso grinder, dough divider, mesin continuous band sealer, mesin cup sealer, mesin jahit portable, mesin oven wira star, mesin planetary mixer, dan photobox classic custom,” ucapnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel Andi Eka Prasetya saat mengeksplor produk pameran UMKM di Inabuyer 2026 di Jakarta (dok.)
Khusus di Anggaran 2026, Pemprov Sulsel terus komitmen memberikan atensi untuk para pelaku usaha UMKM, seperti pengadaan peralatan mulai dari gerobak dorong, bantuan kemasan standing pouch, mesin jahit portable, mesin penyegel plastik semi otomatis, coffee maker, cup sealer, chest freezer, mesin jahit obras, oven gas dua tingkat.
“Manfaatnya langsung ke penerima manfaat pengusaha UMKM di 24 Kabupaten dan kota, selain itu pemerintah juga memberikan bantuan bagi usaha mikro dengan sertifikasi halal, dan konsistensi pemerintah dalam memberikan pendampingan melalui UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT),” ujarnya.
Diketahui, PLUT Dinas Koperasi dan UKM Provinsi hadir sebagai lembaga konsultan berpengalaman bagi pelaku usaha dalam mendorong produksi, perluasan pemasaran, pemanfaatan digitaliasi, penyusunan laporan keuangan, penguatan kelembagaan dengan sistem perizinan berbasis OSS.
“Pemerintah provinsi sangat mendorong pengusaha UMKM untuk tumbuh dan berkembang dalam mengelola produknya agar lebih meningkat serta mampu berdaya saing ke pasar global,” tegasnya.
Berdasarkan data Ekspor UMMKM Rewako yang dikeluarkan KPwBI Sulsel tercatat 18 pelaku usahaberhasil tembus pasar global di 17 negara dan menarik perhatian 30 buyer dengan transaksi Rp 206.487.000.000.
Salah satunya PT Bumi Runut Bersama yang menembus pasar rempah cengkeh ke Negara Nepal dengan jumlah 50 Ton atau setara dengan Rp 4.150.000.000. Ekspor Pala ke India sebanyak 200 Ton dengan nominal Rp 18.497.430.298
Lalu ada My Indo Commodity menembus pasar Kopi d Negara Rusia dengan jumlah 192 Ton atau setara nominal Rp 24.059.409.000. Pelaku Usaha Coconut Internasional menembus pasar briket ke Azerbaijan dengan jumlah 260 ton atau setara nominal Rp 7.337.200.000
![]()





























