Subuh Berdarah di Sinjai! Pria Bawa Samurai Tiba-Tiba Menyerang Warga hingga Alami Luka di bagian Kepala

penganiayaan

Penganiayaan Menngunakan Senjata Tajam. [Foto: Ilustrasi/ Int]

BERITA.NEWS, Sinjai — Warga Kabupaten Sinjai digegerkan dengan aksi penganiayaan brutal menggunakan senjata tajam jenis samurai yang terjadi pada Selasa dini hari, 17 Maret 2026.

Peristiwa berdarah itu mengakibatkan dua orang petani mengalami luka serius setelah diserang tanpa diduga.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 01.00 Wita di Dusun Lappae, Desa Saotengah, Kecamatan Tellulimpoe. Korban diketahui berinisial A (45) dan C, keduanya merupakan warga setempat yang sehari-hari bekerja sebagai petani.

Akibat serangan tersebut, korban A mengalami luka robek terbuka di bagian kepala, sementara korban lainnya mengalami luka pada bagian tangan.

Kondisi itu membuat keduanya segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Tak butuh waktu lama, Tim Resmob Polres Sinjai yang dipimpin Kanit Resmob Aipda Andi Mapparumpa, langsung bergerak cepat setelah menerima laporan.

Sekitar pukul 02.00 Wita, tim mendapat informasi awal terkait dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis samurai.

Petugas kemudian menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memburu terduga pelaku. Namun, perkembangan tak terduga terjadi beberapa jam kemudian.

Pada pukul 06.10 Wita, polisi menerima informasi bahwa terduga pelaku berinisial S (40), yang juga berprofesi sebagai petani dan berdomisili di dusun yang sama, memilih menyerahkan diri ke Sat Reskrim Polres Sinjai.

“Benar, terduga pelaku sudah menyerahkan diri dan saat ini telah diamankan di Mapolres Sinjai untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Agus Santoso saat dikonfirmasi, Kamis (19/3/2026).

Baca Juga :  Tiga Pelaku Curat di Bulukumba Tertangkap, Uang Hasil Curian Dipakai Beli Sabu dan Judi Online

Dalam proses interogasi awal, S mengakui perbuatannya melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis samurai terhadap para korban.

Menariknya, berdasarkan keterangan polisi, tidak ada hubungan permasalahan ataupun saling kenal antara pelaku dan korban.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengakui melakukan penganiayaan. Motif masih didalami, dan sejauh ini tidak saling kenal antara pelaku dan korban,” tambah Iptu Agus.

Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi tersebut, yakni satu bilah samurai tanpa sarung serta satu bilah parang lengkap dengan sarungnya.

Lebih lanjut, Iptu Agus menegaskan bahwa pihak kepolisian telah mengambil langkah cepat dalam menangani kasus ini, mulai dari penyelidikan, pengamanan pelaku, hingga pengumpulan barang bukti.

“Kami memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur. Saat ini penyidik masih terus mendalami kasus ini, termasuk menggali motif serta kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi kejadian tersebut,” jelasnya.

Peristiwa ini pun menjadi perhatian warga setempat, mengingat aksi kekerasan tersebut terjadi secara tiba-tiba di lingkungan permukiman dan melibatkan senjata tajam berbahaya.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta segera melaporkan jika mengetahui informasi tambahan yang dapat membantu proses penyidikan.

Comment