BERITA.NEWS, Selayar — Harapan keluarga sempat diwarnai kecemasan setelah seorang nelayan dilaporkan hilang di perairan laut timur Selayar.
Namun, takdir berkata lain. Sarepe (45), nelayan asal Dusun Tile-Tile Utara, Desa Patikarya, Kecamatan Bontosikuyu, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat oleh Tim SAR Gabungan.
Korban ditemukan pada Minggu pagi sekitar pukul 07.50 WITA di perairan sekitar Pulau Latondu, Kecamatan Taka Bonerate, setelah sebelumnya dinyatakan hilang saat melaut di perairan Dusun Lalemang, Desa Patilereng.
Kapolsek Bontosikuyu AKP Daniel mengungkapkan, pencarian lanjutan telah dilakukan sejak dini hari oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, serta Polairud Polres Kepulauan Selayar.
“Sekitar pukul 05.30 WITA, tim mulai melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi kejadian,” ujar AKP Daniel, Minggu (25/1/2026).
Upaya pencarian dilakukan secara maksimal dengan membagi personel ke dalam dua regu. Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan penyisiran di tengah kondisi laut yang cukup menantang.
Komandan Pos Basarnas Kepulauan Selayar, Ronaldhi G.K.M., menjelaskan bahwa regu pertama menyisir hingga ke arah Pulau Latondu menggunakan kapal TNI AL.
Sementara regu kedua bergerak menggunakan perahu karet Basarnas untuk memeriksa rumpon-rumpon di perairan laut timur Pulau Selayar.
“Korban akhirnya ditemukan hidup dan sehat bersama perahunya yang ditambatkan pada salah satu rumpon,” ungkap Ronaldhi.
Setelah ditemukan, Sarepe segera dievakuasi dan ditarik menuju Pantai Punagaan, Desa Patilereng, Kecamatan Bontosikuyu.
Proses evakuasi dilakukan dengan pendampingan Bhabinkamtibmas setempat sebelum korban diserahkan kepada pihak keluarga.
Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan menyebutkan, insiden ini menjadi pengingat serius bagi para nelayan agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca yang masih fluktuatif di awal tahun.
Ia mengimbau agar nelayan selalu memantau prakiraan cuaca, melengkapi diri dengan alat keselamatan, serta tidak memaksakan diri melaut ketika kondisi laut tidak bersahabat.
“Keselamatan adalah yang utama. Jangan abaikan tanda-tanda alam,” tegas Kapolres.
Berdasarkan hasil evaluasi sementara, hilangnya korban diduga kuat dipengaruhi oleh cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi.
Kondisi tersebut membuat korban kesulitan mengendalikan perahu hingga terbawa arus ke wilayah perairan Pulau Latondu.
Kapolres juga menekankan kepada seluruh jajaran Polsek dan Bhabinkamtibmas agar terus meningkatkan imbauan serta pembinaan keselamatan melaut bersama pemerintah dan instansi terkait, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.


Comment