BERITA.NEWS, Selayar — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar memperkuat sinergi lintas sektor untuk mendukung Program Gerakan Menanam Lima Juta Kelapa (GEMERLAP) dan Gerakan Menanam Batara (GEMETAR).
Komitmen tersebut ditandai melalui Rapat Koordinasi kerja sama Pemkab Selayar dengan PT Charoen Pokphand Indonesia, PT Bisi Internasional, serta perbankan nasional dan daerah di Ruang Pola Kantor Bupati, Selasa (13/1/2026).
Rapat dipimpin langsung Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Natsir Ali dan dihadiri Wakil Bupati Muhtar, Forkopimda, pimpinan perusahaan mitra, perbankan, OPD, camat, lurah, kepala desa, penyuluh, serta kelompok tani.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan bantuan bibit jagung dan pestisida, penandatanganan kerja sama perbankan dengan kelompok tani, serta pemaparan materi budidaya jagung dari PT Charoen Pokphand Indonesia.
Bupati H. Muh. Natsir Ali menegaskan GEMERLAP merupakan visi besar pembangunan pertanian Selayar, sementara GEMETAR menjadi solusi jangka pendek untuk menopang ekonomi petani.
“Jagung ditanam di sela kelapa. Sambil menunggu kelapa berbuah, petani tetap berpenghasilan. Ini jawaban atas kebutuhan hidup petani hari ini,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa sebelum penanaman, hasil produksi jagung telah memiliki kepastian pasar melalui kemitraan dengan perusahaan dan dukungan pembiayaan perbankan.
“Kerja sama harus transparan dan adil, terutama soal harga jual agar petani tidak dirugikan,” ujarnya.
Sebagai dukungan konkret, Pemkab Selayar menyiapkan 500 unit senso untuk 50 desa, tiga unit bulldozer untuk pembukaan lahan dan jalan tani, serta dukungan sarana air, pupuk, dan pengendalian hama.
Sementara itu, Regional Head CPD Sulawesi PT Charoen Pokphand Indonesia, Jam’an Bundu, menyebut jagung sebagai komoditas unggulan nasional dengan antusiasme petani yang terus meningkat.
“Di Selayar sudah mulai berkembang, meski belum merata. Ini peluang besar bagi petani,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan kebutuhan jagung perusahaan mencapai sekitar 1.500 ton per hari, sekaligus membuka peluang kemitraan luas dengan petani Selayar.
Menurutnya, satu hektare lahan jagung berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar Rp50 juta per panen, dengan keuntungan bersih sekitar Rp30 juta setelah dikurangi biaya produksi.
“Kami ingin tumbuh bersama petani. Mari manfaatkan peluang ini,” ajaknya.
Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, perbankan, dan petani, Pemkab Kepulauan Selayar optimistis GEMERLAP dan GEMETAR mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.


Comment