BERITA.NEWS, Selayar — Suasana Masjid Agung Al Umaraini, Benteng, Jumat siang itu terasa berbeda. Menjelang pelaksanaan Salat Jumat, lantunan kalimat suci menggema pelan, menyatu dengan tatapan khidmat para jemaah yang memadati rumah ibadah kebanggaan masyarakat Kepulauan Selayar.
Di hadapan mimbar masjid, seorang pemuda bernama Yudi Hermawan berdiri dengan wajah tenang namun penuh harap.
Hari itu, Jumat, 16 Januari 2026, menjadi titik balik perjalanan hidupnya.
Dengan keyakinan yang mantap, Yudi mengikrarkan dua kalimat syahadat, menandai langkah awalnya sebagai seorang muslim.
Prosesi pengislaman tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Selayar, Ir. H. Arfang Arif, dan disaksikan sejumlah tokoh penting daerah.
Kapolres Selayar AKBP Didid Imawan, Ketua Baznas Selayar Drs. H. Odding Karim, serta jemaah Masjid Agung Al Umaraini turut menjadi saksi momen sakral itu.
Yudi Hermawan, kelahiran Wonosobo, 26 September 1998, yang beralamat di Lingkong Kidul, Desa Binangun, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, diketahui berprofesi sebagai karyawan swasta.
Berdasarkan surat pernyataan memeluk agama Islam, pengislaman tersebut dilakukan atas kesadaran dan keikhlasan pribadi, tanpa paksaan dari pihak manapun.
Ketika kalimat demi kalimat syahadat dituntun oleh Ketua MUI, suasana masjid berubah haru.
Beberapa jemaah tampak menundukkan kepala, memanjatkan doa agar Yudi diberikan kekuatan iman dan keteguhan hati dalam menjalani kehidupan barunya.
Hening yang tercipta seolah menjadi saksi turunnya hidayah di tempat suci itu.
Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan mengaku bersyukur dapat menjadi saksi dalam prosesi pengislaman tersebut.
Menurutnya, momen tersebut bukan hanya bermakna secara spiritual bagi Yudi, tetapi juga menjadi pengingat akan nilai toleransi, dakwah, dan persaudaraan umat.
“Saya berterima kasih diminta Ketua MUI jadi saksi pengislaman Yudi. Ini tentu berkah dan insya Allah menjadi pahala. Semoga yang bersangkutan istiqomah menjalankan ajaran agama Islam,” ujar Kapolres.
Dalam ajaran Islam, seorang mualaf memiliki keutamaan spiritual yang besar.
Mengikrarkan syahadat menjadi awal kehidupan baru, di mana dosa-dosa masa lalu dihapuskan dan setiap amal kebaikan ke depan dicatat sebagai pahala.
Nilai inilah yang menjadi semangat bersama untuk terus memberikan bimbingan dan pendampingan kepada para mualaf.
Prosesi sederhana namun penuh makna itu pun berakhir dengan doa bersama.
Di Masjid Agung Al Umaraini, Yudi Hermawan memulai babak baru kehidupannya, sebuah perjalanan iman yang diharapkan membawa ketenangan, keberkahan, dan keteguhan dalam cahaya Islam.


Comment