Warung Ini Hanya Melayani ‘Take Away’ Sejak Awal Pandemi, Begini Ceritanya

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengunjungi warung di Kota Semarang yang hanya melayani 'take away' selama pandemi Covid-19.

BERITA.NEWS, Semarang – Selama pandemi Covid-19, banyak pemilik warung makan menerapkan juga sistem take away atau melayani pesanan untuk dibungkus dan dibawa pulang. Bahkan, ada yang kemudian hanya menerapkan take away tanpa makan di tempat (dine in).

Salah satunya yang hanya menerapkan pelayanan take away adalah warung Ayam Tulang Lunak Kraton di daerah Kranggan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Praktik jualan take away ini dinilai tepat untuk kondisi sekarang, apalagi saat ini lonjakan kasus Covid-19 di Jawa Tengah sedang tinggi dan pemerintah menerapkan PPKM Darurat di Jawa-Bali.

Setiono, pemilik warung, menceritakan bahwa dirinya sudah menerapkan praktik take away dan tidak melayani makan di tempat sejak awal pandemi Covid-19. Tepatnya pada April 2020 lalu.

“Mulai April 2020 pas ramai-ramainya covid itu. Kami kan juga takut kalau ada yang makan di tempat. Jadi kalau mau beli ya dibungkus terus dibawa pulang,” kata Setiono kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang mampir di sela gowes keliling Kota Semarang, Sabtu (3/7/2021).

Setiono pun mengubah desain warungnya agar tidak ada pengunjung yang makan di tempat. Dia sengaja menyingkirkan sejumlah meja dan kursi makan.

Baca Juga :  Gubernur: Sulteng Berduka Atas Wafatnya Habib Saggaf

Hanya disisakan beberapa meja yang sudah dimodifikasi dengan dipasang pembatas transparan di meja. Meja dan kursi yang disisakan itu untuk mereka yang menunggu pesanan.

“Ini meja juga saya ambil. Sisakan dua meja dan beberapa kursi dengan diatur jaraknya untuk pengunjung yang menunggu pesanan jadi,” jelas Setiono yang merupakan generasi kedua pemilik warung itu.

Setiono mengaku, pada awal pandemi itu memang ada penurunan pesanan dan omzet. Rata-rata pesanan pada saat itu hanya mencapai 40-50 persen dari pesanan sebelum pandemi.

Jumlah itu sempat meningkat hingga 70 persen sebelum ada lonjakan kasus beberapa pekan terakhir.

“Orderan ya susut. Waktu pertama-tama cuma 40 persen. Terus sempat naik lagi menjadi 70 persen, tapi sekarang susut lagi,” jelas Setiono.

Mendengar cerita Setiono, Ganjar pun memberi apresiasi sekaligus semangat.

Gubernur mengaku apa yang dilakukan warung Ayam Tulang Lunak Kraton Kranggan cukup bagus karena telah menerapkan take away.

“Ini ada salah satu contoh, warung Ayam Tulang Lunak Kraton Kranggan. Menurut saya ini salah satu yang paling bagus, karena ternyata sejak Covid-19 tahun lalu sudah menginisiasi take away,” ujar Ganjar.

Baca Juga :  Sembilan Rumah Hangus Terbakar di Bener Meriah, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Ganjar mengaku, sebelum mampir ke warung Ayam Tulang Lunak Kraton Kranggan itu, dirinya lebih dulu berkeliling Kota Semarang dan melihat banyak warung yang belum tertib.

“Tadi saya keliling, banyak yang tidak tertib, dan tidak ada yang (hanya) take away, itu kan bahaya. Maka saya minta agar mereka take away. Ini juga kan sudah mulai PPKM Darurat,” tambahnya.

Dia pun mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, yaitu dengan selalu memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Sebelumnya, Ganjar telah mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Jateng untuk implementasi PPKM Darurat di seluruh Jateng pada 3 Juli hingga 20 Juli 2021.

Dalam Ingub itu dijelaskan arahan soal pengetatan protokol kesehatan hingga refocusing anggaran untuk penanganan COVID-19.

  • Yon