Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

BERITA.NEWS, Makassar – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) sepertinya masih akan mempertahankan PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida), meski selama ini tidak pernah menyetor pendapatan asli daerah (PAD), bahkan sempat mengalami kerugian.

Dibentuk tahun 2014 berdasarkan Perda Nomor 8 tahun 2012, PT Jamkrida yang bergerak di bidang asuransi itu sepersen pun tak memberikan kontribusi PAD untuk Pemprov Sulsel. Bahkan, sempat diisukan akan dibubarkan pada masa jabatan Pj Gubernur Sulsel Soni Sumarsono.

Meski begitu, cara pandang berbeda dari Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) melihat kehadiran Jamkrida dinilai punya potensi untuk menambah PAD. Kerugian yang ada dinilainya hal biasa dalam bidang asuransi. Dirinya tak menyoal nihilnya kontribusi selama berdiri.

“Karena bisnisnya asuransi ini sekarang udah mulai tren kan, orang apa saja diasuransikan, sapi pun diasuransikan sekarang ya, makanya saya berharap betul-betul asuransi ini dikelola secara profesional,” ucapnya, Jumat (28/2/2020).

NA mengatakan pihaknya siap kembali menyuntikan dana kepada Jamkrida untuk tambahan modal. Saat ini Pemprov Sulsel memang tercatat sebagai pemegang saham utama.

“Ya nanti kita penguatan kalau memang dibutuhkan tambahan modal kita kasih tambahan modal, tapi tetep di bisnis plan nya itu harus jelas ya iya ini kan sebentar lagi kita kasih komisaris yang bagus,” kata mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.

Diketahui, sejak awal mula berdiri Pemprov telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 25,3 miliar. Laporan keuangan BUMD itu juga, bahkan sudah menjadi temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Termasuk, kerugian tahun 2018 sebesar Rp 269 juta.

“Saya kira enggak perlu kita ragukan pak yang penting tadi kuncinya itu siapkan SDM yang baik ya,” pungkasnya.

. Andi Khaerul

loading...