BERITA.NEWS, Makassar – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Manardo berikan penataran manajemen kebencanaan diruang rapat pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Senin (10/2/2020)

Penataran tersebut hadiri langsung Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika, Anggota Komisi 8 DPR RI Syamsu Niang, forum koordinasi pimpinan daerah (Forkompinda) dan Bupati/Walikota Se-Sulsel.

Kepala BNPB RI, Letjen Doni Monardo menjelaskan, tentang bagaimana cara dan upaya untuk mengatasi bencana alam yang terus menerjang hampir semua wilayah di Indonesia, termasuk di Sulsel sendiri. 

“Tanpa kolaborasi sangat sulit untuk kita hadapi bencana alam. Jadi dibutuhkan kolaborasi seperti ini baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten bahkan sampai level paling bawah seperti RT dan RW,” kata Doni.

Senada dengan kepala BNPB, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyampaikan, kegiatan penataran manajemen bencana ini merupakan hal yang pertama kali dilakukan di Pemprov Sulsel. 

“Alhamdulillah kita melakukan kegiatan penataran manajemen penanggulangan bencana, kalau nggak salah ini yang pertama di Sulawesi Selatan,” ucapnya.

Menurutnya, kegitan seperti ini sangat perlu bagi Sulsel. Mengingat, cuaca ekstrem diprediksi akan terjadi di Sulsel.

Pengalaman tahun 2019 lalu, 11 daerah dilanda banjir, longsor dan angin kencang. Puluhan orang jadi korban.

“Nah kalau kita mau melihat lebih besar kerugian yang dialami ketimbang keuntungan dari hasil menanam jagung. Infrastruktur hancur, rumah rusak, barang-barang rusak,” ucapnya.

Diketahui, berdasarkan data BNPB RI tercatat kerugian bencana alam pada tahun 2019 lalu mencapai Rp 81,8 triliun. sedangkan tahun 2020 ini sebanyak 455 bencana alam yang melanda Indonesia, termasuk di Sulsel sendiri.

Andi Rul