Program Pengembangan Kelompok Tani Berdampak Buruk, Petani Mengeluh

Yusuf, Petani Bawang Desa Kayu Loe. (Berita.news/Fitriani Aulia Rizka).
Yusuf, Petani Bawang Desa Kayu Loe. (Berita.news/Fitriani Aulia Rizka).

BERITA.NEWS, Bantaeng – Program pengembangan bawang putih diduga berdampak buruk bahkan merugikan petani di Desa Kayu Loe, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng.

Diketahui para petani mengeluhkan bibit yang disediakan pihak rekanan PT KSN, banyak yang bermasalah. Hal tersebut diakui petani di desa setempat, Muh Yusuf.

Dia menyebut, program kerjasama dengan kelompok tani menggunakan pola kemitraan atau bagi hasil yang ditawarkan pihak rekanan tersebut, sangat mengkhawatirkan. Sebab bisa berdampak gagal panen.

“Bibit yang diterima banyak yang rusak, sarana dan prasarana penunjang yang dijanjikan seperti Pestisida, pupuk dan lain-lain, juga belum diberikan,” ujarnya, Selasa (9/7/2019).

“Padahal umur tanaman bawang putih yang saya tanam sudah 15 hari. Bila tidak diberi pestisida tidak ada yang bisa dipanen,” tuturnya.

Baca Juga :  “Open House” Virtual Ganjar: Dari Tangerang sampai Amerika

Bagi Yusuf, jika program ini tidak ditangani serius, maka di lahannya, dia bakal mengganti dengan tanaman lain. 

Sementara itu, Koordinator pendamping kegiatan Badan Penyuluh Pertanian (BPP)  Lamalaka, Kasmawaty menyebut, dirinya telah berikan arahan kepada anggotanya untuk menindaklanjuti keluhan petani bawang putih di desa tersebut.

“Padahal saya sudah arahkan Yunus (anggota pendamping kegiatan BPP) untuk mengambil puluk komposnya petani di Balai Benih Muntea. Namun menurut Yunus, pendamping terkendala operasional dan faktor cuaca yang sering hujan,” jelasnya.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Dinas PKH Sinjai Pastikan Daging yang Beredar Aman dan Sehat

Berdasarkan informasi yang dihimpun, program ini bukan hanya dilakukan di Desa Kayu Loe saja, ternyata tersebar di beberapa daerah di Kabupaten Bantaeng. Sekira 150 hektar lahan digunakan untuk melangsungkan program itu.

Sementara dari pihak rekanan, PT KSN, Hendra Asmara menyebut pihaknya bakal melakukan rapat koordinasi terlebih dahulu.

Dia menyebut, untuk di Desa Kayu Loe, bibit bawang putih yang diberikan itu, merupakan permintaan petani.

“Kami akan adakan rapat kordinasi sama petani. Dan masalah benih yang sudah di tanam, itu permitaan petani sendiri. Mereka sepertinya buru-buru karena lahannya sudah siap,” imbuhnya. 

  • Fitriani Aulia Rizka