Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Destinasi

Yuk! Wisata ke Blimbing Moyoketen Tulungagung, Ini Sejarah Berdirinya

badge-check

					Yuk! Wisata ke Blimbing Moyoketen Tulungagung, Ini Sejarah Berdirinya Perbesar

BERITA.NEWS, Tulungagung – Wisata Blimbing di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, merupakan salah satu destinasi wisata yang selalu ramai pengunjung. Bukan tanpa sebab, wisata tersebut menyajikan pemandangan yang indah, sejuk nan asri yang dipenuhi tanaman blimbing. Blimbing-blimbingnya khas, berukuran besar dan sangat manis.

Untuk menuju lokasi bisa ditempuh dari pusat Kota Tulungagung menuju ke barat sekitar 800 meter untuk sampai jembatan. Sesampai Jembatan Lembu Peteng belok ke kiri menuju lokasi sekitar 1,5 Km. Aksesnya mulus. Dengan disajikan pemandangan serta sejuknya Kali Ngrowo. Bus pariwisata bisa masuk lokasi. Tersedia lahan parkir yang nyaman.

Namun hanya sedikit orang yang tahu awal mula agrowisata slot5000 blimbing tersebut. Salah satu pengelola wisata, Waras menceritakan awal mulanya kebun blimbing ini dimulai pada tahun 1982. Saat itu hanya keluarganya saja yang baru menanam blimbing. Itupun blimbing biasa, belum seperti sekarang.

“Saat itu hanya coba-coba dulu, namun saya rasa hasilnya kok begitu menggiurkan,” ucap dia.

Setelah dirasa blimbing lebih menguntungkan dibanding buah lain, karena dapat berbuah tanpa mengenal musim, serta kondisi tanah yang mendukung, barulah pada tahun 1991 mulai keinginan mengembangkan bibit blimbing lain.

Baca Juga :  Rutan Masamba Gandeng APH Perkuat Pengawasan Narkoba, HP Ilegal dan Penipuan

“Dari situ mulailah mengamati berbagai jenis, dan dari sekian yang diamati, lalu memilih jenis blimbing bangkok merah. Itupun baru mencoba menanam hanya sekitar 5 pohon,” kata Waras saat ditemui di kediamannya yang terletak di sekitar lokasi wisata, Rabu (15/7/2020).

Waras cerita, setelah dirasa buahnya lebih enak serta banyak diminati pembeli ketimbang blimbing biasa, mulailah warga sekitar ikut ramai menanam, sehingga daerah sekitar menjadi komoditi blimbing. Bahkan samapai saat ini di Desa Moyoketen sendiri sudah mencapai 10-11 hektar kebun blimbing, belum lagi ditambah wilayah desa tetangga sekitar.

Waras menambahkan, pada tahun 2001 ketika harga blimbing murah di pasaran, antara perawatan dengan harga penjualan tidak seimbang, menyebabkan petani rugi besar. Dari situ barulah timbul ide menjadikan daerah ini sebagai agrowiasata blimbing. Yang diharapkan dapat mendongkrak ekonomi petani.

“Dari tahun 2001 itu kami terus berusaha untuk berbenah, mulai dari segi wisata kami perbaiki agar lebih bagus, lebih indah dan dapat menarik pengunjung. Dari segi perawatan juga kami terus perbaiki, supaya pohon bisa berbuah banyak, menjadi lebih manis, dan tidak dimakan hama,” terangnya.

. GUNAWAN

Loading

Comments

Baca Lainnya

Husniah Talenrang Dipromosikan ke DPP PAN, Ashabul Kahfi Ditunjuk Pimpin PAN Sulsel

8 Mei 2026 - 20:12 WITA

Rutan Masamba Gandeng APH Perkuat Pengawasan Narkoba, HP Ilegal dan Penipuan

8 Mei 2026 - 18:13 WITA

Zero Halinar Digencarkan, Rutan Barru Razia Gabungan dan Tes Urine Warga Binaan

8 Mei 2026 - 14:36 WITA

Sidak Malam Lapas Parepare, 9 HP dan Benda Terlarang Disita

7 Mei 2026 - 11:32 WITA

Polisi Tompobulu Bergerak Cepat Selamatkan Korban Laka di Tombolo

6 Mei 2026 - 08:45 WITA

Trending di Daerah