Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Dibantu Pemprov, Dinas Pertanian Jeneponto Kendalikan Hama Ulat Jagung

badge-check

					Dibantu Pemprov, Dinas Pertanian Jeneponto Kendalikan Hama Ulat Jagung Perbesar

Kepala dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Jeneponto, Ahmad.

BERITA.NEWS, Jeneponto – Ribuan Hetare lahan kebun Jagung petani Jeneponto diserang hama ulat grayak.

Hama ulat grayak tersebut menyerang tanaman jagung petani yang berumur tiga hari hingga satu minggu. Ulat tersebut menyerang dahan, ranting sampai batang jagung.

Kepala dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Jeneponto, Ahmad turun langsung ke lokasi melihat kondisi tersebut. Dia mengatakan terkait ribuan tanaman jagung yang diserang hama ulat grayak, pihaknya akan melakukan pengendalian dengan cara penyemprotan pestisida.

“Kita antisipasi serangan hama dengan menyemprot pakai racun pestisida,” kata Ahmad saat dikonfirmasi beberapa hari lalu.

Menurutnya, serangan hama tersebut terjadi di Tujuh Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Jeneponto. Antaralain Kecamatan Bontoramba, Bangkala, Turatea, Rumbia, Kelara, Tarowang dan Kecamatan Batang.

“Penyebab terjadinya serangan hama ini kerena pengaruh  iklim, terkadang hujan turun dan tidak menentu,” ucapnya.

Sementara, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jeneponto, Bambang Haryanto mengatakan akan turun melakukan pengendalian hama bersama pihak Pertanian Pemerintah Provinsi.

“Hari Senin rencana akan dilakukan penyemprotan serentak dibeberapa Kecamatan. Dimulai titik terparah di Kecamatan Tarowang desa Bontorappo dan Balang Baru penyemprotan serentak,” kata Bambang, Sabtu (18/1/2020)

Baca Juga :  Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

Bambang menjelaskan, sebetulnya ada delapan Kecamatan yang terserang hama itu. Tapi dua kecamatan sudah ditangani, diantarnya desa Turatea dan Rumbia.

“Jadi sisa 6 Kecamatan, Turatea sudah terkendali dengan Rumbia, dilakukan oleh penyuluh pertanian Kecamatan,” ucapnya.

Menurutnya kemunculan hama tersebut akibat dari iklim hujan yang tidak beraturan sehingga membuat perkembangan ulat itu sangat cepat.

“Penyebabnya iklim hujan yang tidak beraturan sehingga perkembangan ulat itu sangat cepat. Cara makannya mulai dari dalam batang sampai keluar ke ranting dan daunnya,” kata dia.

Sebelumnya, salah seorang petani Rusli mengalami dampak hama ulat Grayak itu. Kata dia, kurang lebih 100 hektar tanaman jagung miliknya diserang hama ulat Grayak.

Dia menjelaskan, jika hama ini dibiarkan akan dipastikan gagal panen tahun ini, serangan ulat grayat ini cukup berbahaya.

Menurutnya, hama tersebut bermula menyerang tanaman jagung pada umur tiga hari sampai berumur satu minggu.

“Ulat itu mulai menyerang dengan cara memakan daun tanaman jagung. Kemudian lanjut didahannya hingga patah. Saya pak, sudah banyak tanaman jagungku habis daunnya dimakan ulat grayat,” kata dia.

Dirinya berharap agar pemerintah segera membantu mengatasi permasalahan ini. “Saya berharap agar hama ini secepatnya ditangani. Barusan ada hama ulat seperti ini, tahun lalu tidak. Bahkan saya sudah menanam dua kali,” pungkasnya.

Muh Ilham

Loading

Comments

Baca Lainnya

Cegah Bentrok Meluas, Polsek Lau Damaikan Dua Kelompok Pemuda di Maros

25 April 2026 - 16:25 WITA

Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

24 April 2026 - 21:25 WITA

Sarianto (Kanan) usai sidang promosi doktor di Universitas Negeri Makassar, Jumat 24 April 2026. Foto: Ist.

Sinergi Lingkungan, Polres Maros Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

24 April 2026 - 09:37 WITA

Rutan Masamba Berbenah, Disiplin Pegawai Diperketat Pengamanan Makin Solid

23 April 2026 - 19:45 WITA

PT Pegadaian Peduli Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Jeneponto

22 April 2026 - 15:26 WITA

Trending di Daerah