Rumah, Kios, Hingga Mobil Hangus! Ini Data Kebakaran Bulukumba Sepanjang 2025

kebakaran

Kebakaran Area Parkir Kantor Bupati Bulukumba. (Foto: Berita.News/ Syarif)

BERITA.NEWS, Bulukumba — Angka kebakaran di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, sepanjang tahun 2025 ternyata masih tergolong tinggi.

Dinas Pemadam Kebakaran mencatat sedikitnya 107 peristiwa kebakaran terjadi dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Data tersebut diungkapkan Kasi Sarpras Damkar Bulukumba, Andi Baso Sullewatang, saat ditemui wartwan di Jl Dr Sam Ratulangi Bulukumba, Senin (5/1/2026).

Sembari memperlihatkan deretan catatan objek terbakar, ia menyebutkan bahwa korsleting listrik menjadi penyebab utama dari sebagian besar insiden tersebut.

Menurut Baso, sekitar 80 persen kebakaran dipicu arus pendek listrik.

Sementara sisanya dipicu oleh kebocoran tabung elpiji, pembakaran sampah, korsleting pada kendaraan, tungku, serta puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Dari data yang dipaparkan, objek yang paling sering terbakar meliputi rumah warga, kios, warung, mobil, lahan, hingga pabrik penggilingan padi.

Meski demikian, peristiwa kebakaran tersebut hanya menyebabkan satu orang mengalami luka bakar, tanpa menimbulkan korban jiwa.

Kendati tidak ada korban meninggal dunia, kerugian materi disebut mencapai angka miliaran rupiah.

Hal ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi sumber api di lingkungan sekitar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Bulukumba, Andi Hasbullah, turut mengingatkan warga agar selalu berhati-hati, terutama saat meninggalkan rumah.

“Utamanya masyarakat yang akan meninggalkan rumah agar memastikan tidak ada potensi api sebelum rumah ditinggalkan,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Damkar Bulukumba kini telah menempatkan unit kendaraan pemadam serta petugas di sejumlah titik strategis.

Beberapa lokasi penguatan pos siaga berada di Kelurahan Tanaejaya Kecamatan Kajang, Tanete Kecamatan Bulukumpa, serta Kecamatan Bontobahari.

Upaya ini diharapkan dapat mempercepat waktu respons penanganan kebakaran sekaligus menekan angka kejadian serupa di tahun berikutnya.

Masyarakat pun diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan faktor keselamatan di lingkungan rumah maupun tempat usaha.

Comment