BERITA.NEWS,Makassar- Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin melalui Unhas Fly Research Group (UFRG) menyelenggarakan kegiatan praktikum riset Drosophila melanogaster yang melibatkan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi dan sekitarnya.
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Outreach 2026 ini dilaksanakan mulai pukul 09.00 Wita, di Laboratorium Fakultas Farmasi, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Rabu (11/02).
Prof. Firzan Nainu, S.Si., M.Biomed.Sc., Ph.D., Apt., (Pendiri UFRG) menjelaskan, kegiatan ini dirancang untuk menekankan pendekatan hands-on dalam pembelajaran riset. Melalui praktikum langsung di laboratorium, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis, tetapi juga terlibat aktif dalam proses penelitian dengan memegang dan mengelola Drosophila melanogaster sebagai organisme model.
Lebih lanjut, Prof. Firzan menyampaikan, Outreach 2026 merupakan kegiatan pertama yang diselenggarakan UFRG dan berhasil memperoleh dukungan hibah pendanaan dari Genetic Society of America (GSA). Dukungan tersebut diberikan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan outreach sebagai upaya penguatan kapasitas riset berbasis organisme model di Indonesia.
Menurut Prof. Firzan, kegiatan ini bertujuan agar riset Drosophila semakin terekspos dan dapat diadopsi oleh masing-masing perguruan tinggi. UFRG berkomitmen mendorong terjadinya kemajuan sains (science progress) dengan melibatkan lebih banyak institusi, sekaligus memperluas upaya penyebarluasan pengetahuan melalui pemanfaatan Drosophila melanogaster.
“Di Indonesia, kami menjadi pelopor dalam pengembangan penelitian Drosophila. Dengan penguasaan keilmuan yang ada, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk menyebarluaskan pengetahuan tersebut. Saat ini, pengembangan sains tidak lagi berbasis kompetisi, tetapi kolaborasi antar perguruan tinggi,” jelas Prof. Firzan.
Lebih lanjut, Prof. Firzan juga menekankan bahwa penggunaan Drosophila melanogaster sebagai organisme model menawarkan solusi riset yang jauh lebih efisien dibandingkan penggunaan hewan coba seperti tikus yang membutuhkan biaya besar. Dengan biaya yang relatif rendah, mahasiswa memiliki peluang lebih luas untuk melakukan penelitian secara mandiri.
“UFRG terbuka untuk umum dan kolaborasi. Tujuan paling penting bagi kami adalah agar peserta mampu menghadirkan laboratorium Drosophila di institusinya masing-masing, sehingga riset dapat berkembang secara berkelanjutan,” tambah Prof. Firzan.
Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain meningkatnya eksposur riset Drosophila, terbentuknya laboratorium Drosophila di institusi asal peserta, serta terbangunnya kolaborasi lintas perguruan tinggi di tingkat regional maupun nasional.
Sebelumnya, rangkaian Outreach 2026 diawali dengan kegiatan webinar bertajuk “Introducing Drosophila Melanogaster as a Model for Advancing Undergraduate Research in Indonesia”. Webinar ini menghadirkan empat peneliti berpengalaman di bidang Drosophila melanogaster yang membagikan wawasan ilmiah, pendekatan riset, serta potensi pemanfaatan lalat buah dalam berbagai bidang penelitian.
Sebagai tindak lanjut, pada hari kedua pelaksanaan Outreach 2026, para peserta mengikuti kegiatan praktikum yang dibagi ke dalam dua sesi. Pada sesi pertama, peserta memperoleh pembekalan mengenai pembuatan pakan Drosophila, penentuan siklus hidup, identifikasi jantan dan betina, serta teknik anestesi Drosophila menggunakan CO₂.
Sementara itu, pada sesi kedua, peserta berkesempatan melakukan pengujian sederhana Drosophila yang dapat diterapkan dalam bidang ilmu kesehatan. Peserta kegiatan ini terdiri atas dosen dan mahasiswa yang berasal dari 12 perguruan tinggi di Makassar dan wilayah Sulawesi secara umum, dengan seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga pukul 17.00 Wita.


Comment