Bak Artis Pendatang Baru, AKBP Harry Azhar Dilepas Warga Sinjai dengan Air Mata dan Iring-Iringan Panjang

kapolres

Antusias Warga Pengantar Mantan Kapolres Sinjai AKBP Harry Azhar Menuju ke Tempat Tugas yang Baru. (Foto: Ist)

BERITA.NEWS, Sinjai – Tangis haru pecah di halaman Mapolres Sinjai, Rabu (21/1/2026) siang. Kepergian AKBP Harry Azhar dari jabatannya sebagai Kapolres Sinjai berubah menjadi momen emosional yang menyedot perhatian publik.

Antusiasme warga mengalir begitu deras, bak melepas seorang artis besar yang meninggalkan kampung halamannya penuh kenangan.

Prosesi pelepasan yang digelar secara kedinasan itu mendadak berubah menjadi lautan emosi.

Usai menuntaskan rangkaian kegiatan terakhir dan tatap muka bersama seluruh personel, AKBP Harry Azhar berdiri di hadapan barisan anggota Polres Sinjai.

Wajah-wajah sendu tampak jelas, menandai perpisahan yang terasa begitu berat.

Pengalungan bunga melati oleh Kapolres Sinjai yang baru, AKBP Jamal Fathur Rakhman, menjadi simbol estafet kepemimpinan sekaligus penghormatan terakhir.

Di waktu yang sama, Ketua Bhayangkari Cabang Sinjai, Ny. Dewi Jamal, menyerahkan buket bunga kepada Ny. Rina Harry sebagai ungkapan terima kasih atas pengabdian yang setia mendampingi dari balik layar.

Suasana semakin menggetarkan ketika tradisi pedang pora dimulai. Di bawah gerbang kehormatan, AKBP Harry Azhar bersama sang istri melangkah perlahan, diiringi lantunan puisi perpisahan yang membuat banyak mata berkaca-kaca.

Setiap langkah seolah merangkum jejak panjang pengabdian, ketegasan, dan kepemimpinan yang humanis.

Didampingi AKBP Jamal Fathur Rakhman, AKBP Harry Azhar menyusuri barisan perwira, kapolsek jajaran, bintara, hingga Bhayangkari.

Jabat tangan demi jabat tangan terjalin erat. Beberapa personel tampak tak kuasa menahan air mata, melepas sosok pemimpin yang dikenal tegas dalam tugas namun hangat dalam pendekatan.

Kisah haru itu tak berhenti di lingkungan Mapolres Sinjai.

Di luar dugaan, ribuan masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Sinjai secara spontan turun ke jalan.

Dengan tertib dan penuh hormat, mereka mengiringi perjalanan AKBP Harry Azhar hingga ke perbatasan Kabupaten Sinjai–Bulukumba.

Iring-iringan kendaraan mengular panjang, menciptakan pemandangan langka yang jarang terjadi di daerah tersebut.

Salah seorang warga, Rahmawati (43), tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat ikut mengantar kepergian sang kapolres.

Baca Juga :  Kapolres Baru Sinjai Datang, Tradisi Adat hingga Penyerahan Bendera Warnai Penyambutan

“Beliau itu bukan cuma pemimpin, tapi sudah seperti keluarga bagi kami. Sinjai terasa aman dan tenang selama beliau bertugas. Rasanya berat sekali melepasnya,” ucap Rahmawati dengan suara bergetar, sembari menyeka air mata.

Aksi spontan warga itu menjadi simbol kuat kecintaan masyarakat terhadap AKBP Harry Azhar. Kedekatan yang dibangun melalui komunikasi terbuka, sikap humanis, dan keberpihakan pada rasa keadilan, menjelma menjadi ikatan emosional yang sulit terputus.

Pesan Perpisahan AKBP Harry Azhar

Kurang lebih satu tahun enam bulan AKBP Harry Azhar mengabdi dan bertugas di Kabupaten Sinjai. Waktu yang mungkin terasa singkat, namun meninggalkan kesan yang begitu dalam.

Menurutnya, Sinjai bukan lagi sekadar wilayah tugas. Sinjai telah menjadi seperti kampung halamannya sendiri.

“Sinjai tempat saya belajar tentang kebersamaan, ketulusan, dan kuatnya nilai kekeluargaan yang hidup di tengah masyarakatnya. Saya merasakan langsung bagaimana hangatnya sambutan, dukungan, serta kepercayaan yang diberikan oleh seluruh warga Sinjai,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat Sinjai untuk terus menjaga daerah yang kita cintai ini. Jagalah persatuan, rawat keamanan dan ketertiban, serta peliharalah nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi jati diri Sinjai.

“Daerah yang aman dan damai bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi tanggung jawab kita bersama sebagai satu keluarga besar,” ujarnya.

“Terima kasih setinggi-tingginya atas dukungan, kebersamaan, dan kepercayaan selama saya bertugas di Sinjai. Saya mohon maaf apabila selama berdinas terdapat tutur kata atau tindakan yang kurang berkenan,” ungkapnya penuh haru.

Kepergian AKBP Harry Azhar bukan sekadar perpindahan tugas. Ia meninggalkan jejak pengabdian, rasa aman, dan keteladanan yang akan terus hidup dalam ingatan masyarakat yang dijuluki Bumi Panrita Kitta.

Diantar hingga batas daerah oleh mereka yang merasa pernah dijaga dan dilayani sepenuh hati, nama AKBP Harry Azhar akan selalu dikenang dalam sejarah pengabdian di Kabupaten Sinjai.

Comment