PMK di Sulsel Meningkat, Kasus di Jeneponto Capai 231

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Sulsel Nurlina Saking bersama Kepala Bidang Humas Diskominfo Sulsel saat konfrensi pers soal PMK Hewan (BERITA.NEWS)

BERITA.NEWS,Makassar– Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan di Sulawesi Selatan (Sulsel) meningkat. Kabupaten Jeneponto terbanyak saat ini 231 ternak terjangkit.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Sulsel Nurlina Sakin mengatakan kasus PMK di Jeneponto meroket tajam.

Nurlina menjelaskan peningkatan kasus ini mengigat mobilitas ternak di wilayah itu sangat tinggi karena lepas bebas. Apalagi daerah Savana yang luas terbuka mudahkan penularan.

“Kasusnya sudah mencapai 232, meroket tajam mengalahkan Toraja dan Toraja Utara, sekarang Jeneponto menjadi daerah tertinggi,” ucapnya.

Beberapa hari lalu, kasus PMK di Jeneponto terlapor hanya 7 kasus pada ternak sapi.

Baca Juga :  15 Pelajar dan Guru Dapat Beasiswa dari UPZ BAZNAS Pemprov Sulsel

Baca Juga: Sulsel Lockdown, Antisipasi Virus PMK Pada Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Sementara itu, Sekda Sulsel Hayat Gani mengatakan soal rencana pemotongan bersyarat sementara ini hanya anulir hanya bagi ternak yang sakit. Daging bisa konsumsi.

“Surat Mentan yang potong bersyarat ini kepala, kaki, dan jeroannya dihilangkan. Dagingnya boleh,” ucapnya.

Baca Juga :  Disbudpar Sulsel 'Ngopi Bawah Pohon', Diskusi Santai Pariwisata

Bagi ternak yang mati, bukan karena sembelih tidak mendapatkan kompensasi dari pemerintah.

loading...

Saat ini, PMK di Sulsel sudah mencapai 520 kasus di 9 daerah. Rinciannya, Tana Toraja 31, Toraja 129, Bone 84, Makassar 10, Gowa 5, Jeneponto 231, Bantaeng 15, Takalar 13, Enrekang 1.