Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Bupati Imbau Masyarakat Tak Liburan Akhir Tahun

Acara peringatan Hari Kesehatan Nasional Tingkat Kabupaten Semarang, Jumat (12/11/2021). Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengimbau masyarakat tidak liburan saat akhir tahun guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

BERITA.NEWS, Semarang – Pemerintah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, tidak melonggarkan kesiagaan meski tidak ada kasus baru Covid-19 dalam 10 hari terakhir. Pemkab tetap menyiagakan rumah singgah terpusat guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan kasus.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, menyiagakan rumah singgah diperlukan, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus baru pada akhir tahun ini.

Karena itu, bupati mengimbau agar masyarakat untuk tidak liburan saat libur tahun baru nanti, dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kami mengimbau warga untuk menahan diri tidak melakukan liburan saat Hari Raya Natal dan tahun baru nanti. Tetap jaga protokol kesehatan dan menghindari kerumunan, untuk mencegah bertambahnya lagi kasus positif Covid-19,” jelas bupati saat peringatan Hari Kesehatan Nasional Tingkat Kabupaten Semarang, Jumat (12/11/2021).

Baca Juga :  Metode 'Door to Door' Mudahkan Lansia Dapat Vaksin

Bupati juga mengapresiasi kerja keras para tenaga kesehatan dan anggota satuan tugas di semua lini, yang didukung anggota TNI dan Polri, dalam menanggulangi penyebaran Covid-19.

Dia juga menyampaikan simpati kepada para tenaga kesehatan yang meninggal dunia saat bertugas.

Bupati kemudian menyerahkan penghargaan kepada Dandim 0714 dan Kapolres Semarang beserta jajarannya atas dukungannya menangani kasus Covid-19.

Penghargaan juga diserahkan untuk tenaga kesehatan dan medis di seluruh rumah sakit, puskesmas, dan klinik kesehatan.

Baca Juga :  Ruas Batas Gowa-Tondong Sinjai Longsor, Plt Gubernur: PUTR Segera Selesaikan

Sementara itu Plt Kepala Dinas Kesehatan Dwi Syaiful Nur Hidayat menjelaskan, salah satu rangkaian acara peringatan Hari Kesehatan Nasional adalah doa bersama untuk tenaga kesehatan maupun relawan, yang meninggal dunia saat menangani penyebaran Covid-19.

“Kerja keras mereka sangat patut dihargai,” katanya.

  • Yon