Prof Nurdin Abdullah Resmi Dapat Gelar Tersangka dari KPK

Nurdin Abdullah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

JAKARTA – Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) akhirnya, menentukan status hukum para pihak yang terjaring OTT di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/02/2021) sekira pukul 01:45 Wita.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, KPK yang merilis hasil pemeriksaan operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Hasil pemeriksaan itu disampaikan langsung Ketua KPK, Firli Bahuri dalam konfrensi persnya di Gedung Merah Putih, Jakarta, Minggu dini hari (28/02/2021).

Menurut Firli Bahuri, dari serangkaian pemeriksaan yang dilakukan KPK selama 1×24 jam, kata dia, Nurdin Abdullah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

Tidak hanya Gubernur Sulawesi Selatan, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya. Yakni Sekretaris Dinas PUTR Sulsel, Edy Rahmat juga sebagai penerima suap.

Sementara Kontraktor atas nama Agung Sucipto alias Anggu, Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto selaku pemberi suap.

Pada konfrensi pers ini, KPK turut menyertakan barang bukti uang tunai Rp2 miliar. Yang rencananya akan diberikan ke Nurdin Abdullah sebagai pemulus pengerjaan proyek infrastruktur tahun 2021 di Sulsel.

Firli lalu bilang, KPK akan mengusut kasus dugaan korupsi lainnya atas informasi yang diterima dari masyarakat.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya selanjutnya ditahan selama 20 hari. Terhitung sejak 27 Februari sampai 18 Maret 2021 mendatang.

“Ketiganya ditahan di Rutan KPK,” sebut Firli.

Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat kemudian dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sedangkan, Anggu dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)