Jenazah Corona yang di Kubur di Macanda Gowa Sudah Hampir Angka 1000

Ilustrasi: Sejumlah petugas medis memakamkan jenazah pasien positif COVID-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. (Istimewa).

BERITA.NEWS, Gowa–Jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid-19 di pemakaman Macanda, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kini sudah hampir menembus angka 1000 orang, pada Sabtu 20 Januari 2021.

Mereka yang dimakamkan ini, bukan hanya pasien positif Corona, tetapi juga ada berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang meninggal sebelum hasil tes swab keluar.

Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan, mengatakan, jumlah jenazah Covid-19 yang telah dimakamkan saat ini sudah menyentuh angka 900 lebih, dan akan terus mendekati angka 1000.

“Jumlah terduga jenazah covid-19 di Macanda ini sudah menyentuh angka 964, yang terdiri dari 580 jenazah laki-laki dan 384 jenazah perempuan,” kata Tambunan, Sabtu (20/2/2020).

Baca Juga :  Kabareskrim Temui Ketua KPK, ini yang Dibahas

Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Namun untuk mengamankan proses pemakaman, sudah ada beberapa aparat kepolisian yang berjaga di sekitaran pemakaman tersebut.

Hal itu dilakukan guna mengantisipasi adanya aksi penolakan warga yang enggan ada pemakaman khusus jenazah Covid-19, di wilayah Macanda, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

“Sampai saat ini kami masih lakukan pengamanan di sekitaran lahan pemakaman tersebut, untuk antisipasi hal yang tak diinginkan,” terang Tambunan.

Baca Juga :  Kabareskrim Polri Tegaskan Komitmen Awasi Penyaluran Pupuk Subsidi

Diketahui, dari data penyebaran Covid-19 akun Instagram resmi milik Pemerintah Kabupaten Gowa per hari Jumat, (19/2/2021) kemarin, jumlah terkonfirmasi sebanyak 486 orang. Sembuh sebanyak 2996 orang, isolasi mandiri 163 orang, dirawat 323 orang, dan meninggal dunia 71 orang.

Sementara, untuk jumlah yang terkonfirmasi Covid-19, ada kenaikan sebayak 22 orang jika dibandingkan pada data per hari Kamis, (18/2/2021) yang hanya sebanyak 464 orang. Sembuh sebanyak 2996 orang, isolasi mandiri, 163 orang, dirawat 301 orang, dan meninggal dunia 69 orang.(*)