Massa Pendukung dan Anti-Trump Terlibat Bentrok

Para pendukung Trump yang ikut aksi protes di Washington DC (AP Photo/Jacquelyn Martin)

BERITA.NEWS, Washington DC – Unjuk rasa memprotes kekalahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, di Washington DC berujung penangkapan nyaris dua lusin orang. Dalam aksi ini, para pendukung Trump sempat terlibat bentrok dengan masa anti-Trump.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (16/11/2020), beberapa orang yang ditangkap terlibat aksi penyerangan yang membuat satu orang lainnya tak sadarkan dirinya di jalanan. Satu orang lainnya kedapatan sengaja menyalakan kembang api komersial dan mengarahkannya ke orang lain.

Penangkapan ini dilakukan saat dan setelah demonstran pro-Trump dan anti-Trump bentrok di kawasan Northwest Washington pada Sabtu (14/11) waktu setempat.

Ribuan orang ikut aksi mendukung Trump yang digelar siang hari di Washington DC. Mereka melakukan long-march dari Freedom Plaza menuju Gedung Mahkamah Agung, yang terletak di seberang Gedung Capitol.

Pada malam harinya, situasi menjadi tegang dan bentrokan dengan massa anti-Trump pun tak terhindarkan. Video-video yang diposting ke media sosial menunjukkan sejumlah insiden saling dorong dan saling tinju, serta ledakan yang dipicu kembang api.

Baca Juga :  KBRI Kuala Lumpur Tutup Sementara Layanan karena COVID-19

Salah satu video menunjukkan seorang pria mendorong dan menjatuhkan satu orang lainnya, sebelum dia didorong dan dipukul hingga tak sadarkan diri oleh sekelompok orang lainnya.

Departemen Kepolisian Metropolitan dalam pernyataannya menyebut seorang pria berusia 26 tahun yang merupakan warga Washington DC ditangkap dan didakwa atas tindak penyerangan dengan senjata berbahaya, setelah dia kedapatan mengarahkan kembang api ke beberapa orang lainnya.

Dalam pernyataan lain, pihak kepolisian menyebut empat orang ditangkap atas berbagai dakwaan terkait seorang pria yang dipukul hingga tak sadarkan diri oleh satu orang dan kemudian diserang oleh sekelompok orang lainnya. Tidak jelas apakah insiden itu terekam video yang viral di media sosial.

Kepolisian setempat juga melaporkan bahwa seorang korban penikaman dirawat di rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya. Empat polisi setempat disebut mengalami luka-luka saat menangani bentrokan tersebut. Tidak hanya itu, polisi juga menyita delapan senjata api dari bentrokan tersebut.

Baca Juga :  Bom Meledak di Afghanistan, 30 Petugas Keamanan Tewas

Dalam pernyataan terpisah, kepolisian menyebut sedikitnya 10 orang yang ditangkap berasal dari Washington DC, sedangkan sisanya dari Maryland dan Virginia. Ada juga yang berasal dari New York, New Jersey, South Carolina dan Georgia.

Pihak kepolisian tengah memburu beberapa tersangka lainnya setelah otoritas setempat memeriksa rekaman CCTV di lokasi bentrok.

Selain di Washington DC, aksi mendukung Trump juga digelar di beberapa wilayah lainnya seperti Phoenix (Arizona), Las Vegas (Nevada), Dallas dan Austin (Texas), Lansing (Michigan) dan Salem (Oregon).

Dalam aksinya, massa pro-Trump menyerukan slogan berbunyi ‘Stop the Steal’ dan ‘Count Every Vote’ dalam upaya mengklaim adanya kecurangan pilpres yang membuat Trump kalah dari rivalnya, Joe Biden.

– DETIK