Indonesia Dapat Kuota 1.000 Orang Umroh per Hari

Sejumlah calon jamaah umroh berswafoto sebelum menaiki pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (1/11/2020) ANTARA/MUHAMMAD IQBAL

BERITA.NEWS, Makassar – Ketua Kesatuan Tour Travel Umrah dan Haji (Kesthuri) Provinsi Sulawesi Selatan Usman Jasad menyebutkan bahwa Indonesia mendapat kuota 1.000 orang umroh per hari dari Pemerintah Arab Saudi.

“Tidak ada kuota khusus Sulsel dari pemerintah pusat, karena itu kan kuota nasional. Tentunya Pemerintah Arab Saudi siapkan kuota 1.000 orang dari Indonesia untuk melaksanakan ibadah umroh,” katanya usai pertemuan terkait biaya umroh di masa new normal bersama Wakil Gubernur Sulsel dan Kanwil Kemenag Sulsel di Kantor Gubernur Sulsel Makassar, Senin (2/11/2020).

Kesthuri Sulsel mencatat terdapat 32.494 orang calon jamaah umroh yang tertunda pemberangkatannya akibat COVID-19. Namun pada pelaksanaan umrah di masa new normal, mereka akan menjadi prioritas untuk diberangkatkan.

Hanya saja, Usman Jasad mengungkapkan bahwa kebanyakan calon jamaah umroh yang telah ditanyai terkait pemberangkatan umroh di masa new normal menginginkan pelaksanaan ibadah umrah dilakukan setelah adanya vaksin COVID-19.

Baca Juga :  Inginkan Perubahan Nyata, Ketua RW Wala-Walaya Eks Loyalis DP Beralih Pilih Ke Appi-Rahman

“Rata-rata jamaah setelah kami tanya-tanya mereka banyak yang bilang tunggu vaksin saja lalu berangkat, karena memang situasinya saat ini masih tahap awal sehingga ketentuan pemberangkatan agak mengalami perubahan dibanding sebelumnya,” ujar dia.

Beberapa persyaratan pemberangkatan umroh seperti calon jamaah harus dilengkapi dokumen kesehatan COVID-19, seperti telah tes PCR terlebih dahulu, hanya diperuntukkan bagi jamaah yang tidak memiliki penyakit penyerta yang berpotensi terinfeksi virus corona, serta jamaah berusia antara 18-50 tahun.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Drs Khaeroni menyampaikan terkait ibadah umroh, Kementerian Agama ingin memberikan perlindungan secara penuh kepada umat Islam yang mengikuti ibadah selama pandemi COVID-19.

“Jadi Kementerian Agama ingin memastikan pelaksanaan umroh berjalan dengan baik. Kita belum bisa memastikan secara konsep pemberangkatan perdana berapa banyak,” katanya.

Kesthuri Sulsel yang telah mencoba memberangkatkan jamaah sebanyak 17 orang saat ini akan dijadikan sebagai referensi untuk pemberangkatan umroh di Sulsel.

Baca Juga :  Banyak Program DP Gagal, DP Harus Hati-hati Bicara dalam Debat pilwali Makassar

“Sekarang ada 17 orang yang sedang melaksanakan ibadah umroh dari Sulsel dan ini akan menjadi informasi yang baik bagi kami untuk melaksanakan layanan ibadah umrah berikutnya,” ungkap Khaeroni.

Selain itu, Amphuri Sulawesi Selatan telah memberikan penjelasan dari jamaah yang disiapkan sebanyak 20 orang dan beberapa tidak bisa berangkat karena hasil tes swabnya terlambat.

Belum lagi, lanjut dia, ada sekitar 80 orang yang sisanya mengalami keterlambatan, jadi hal-hal semacam ini menjadi pembelajaran yang berharga bagi Kemenag Sulsel dan seluruh pihak untuk memberikan layanan terbaik bagi jamaah.

  • ANTARA