Buruh Ancam Kembali Turun Aksi, Jika Gubernur Sulsel Tidak Dukung Aspirasi Tolak UU Omnibus Law

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia, Mukhtar Guntur. (BERITA.NEWS/Andi Khaerul). Attachments area.

BERITA.NEWS,Makasaar- Massa aliansi buruh di Sulawesi Selatan (Sulsel) mengaku kecewa dengan hasil pertemuan dengan Pemprov Sulsel saat membahas aspirasi masyarakat mengenai undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja di kantor Gubernur, Jum’at (16/10/2020).


Kekecewaan buruh itu terlihat, saat salah satu perwakilan organisasi tersebut meninggalkan pertemuan, bahas UU Omnibus Law Cipta Kerja di ruang rapat pimpinan (Rapim) di Kantor Gubernur.

Diketahui, kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Andi Sudirman Sulaiman.


Dihadapan awak media, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia, Mukhtar Guntur mengaku kehadirannya dalam forum tersebut sama sekali tidak menjawab aspirasi mereka, malah hanya mendengarkan penjelasan mengenai UU tersebut.


“Terkait dengan apa yang disampaikan tadi itu sebenarnya sudah basi apa yang disampaikan berulang-ulang kali disampaikan oleh pemerintah pusat ini, seperti ini, seperti ini tapi nyatanya,” ucap Mukhtar.



Lebih lanjut, ia menegaskan akan menunggu ketegasan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) dalam kurun waktu dua tiga hari kedepan. Jika tidak ada jawaban, Muktar mengaku pihaknya akan kembali turun melakukan aksi unjuk rasa.


“Kami menunggu pak gubernur 1atau 2 hari ini apa respon beliau dan setelah itu kami akan evaluasi. Kami sampaikan tadi apabila Gubernur atau pemerintah Selatan tidak merespon maka Jalan konstitusional yang akan kami pakai adalah aksi dan turun ke jalan sebagai hak rakyat yang ingin melakukan protes,” tegasnya.


Muktar juga menegaskan bahwa jalan satu-satunya harus ada perbaikan di uu tersebut.


“Karena itulah jalan satu-satunya yang harus kami lakukan untuk mempengaruhi agar terjadinya sebuah perbaikan di negara ini. Itu sudah pasti Kami tidak akan tinggal diam,” pungkasnya.

Baca Juga :  Ini Daftar 47 Perwira Tinggi TNI yang Dimutasi 21 Oktober

Andi Khaerul.

loading...