‘Tendang’ Leipzig, PSG Tembus Final Liga Champions untuk Pertama Kalinya

Dua pemain Paris Saint-Germain (PSG) Angel Di Maria (kiri) dan Neymar (kanan) merayakan gol yang tercipta ke gawang RB Leipzig dalam pertandingan semifinal Liga Champions yang dimainkan di Estadio da Luz , Lisbon, Selasa (18/8/2020). (ANTARA/AFP/DAVID RAMOS)

BERITA.NEWS, Jakarta – Paris St Germain (PSG) menembus final Liga Champions untuk pertama kalinya, setelah mendepak RB Leipzig dengan skor 3-0 dalam pertandingan semifinal yang dimainkan tanpa penonton di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, Selasa waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.

Angel Di Maria menjadi sosok penting dalam dua gol pertama PSG. Tendangan bebas pemain Argentina itu disundul Marquinhos (13′) untuk menjadi gol pertama, sebelum Di Maria (42′) sendiri mencatatkan namanya di papan skor. Gol Juan Bernat (56′) memperbesar keunggulan PSG pada babak kedua, demikian catatan laman resmi UEFA.

PSG akan menanti pemenang pertandingan semifinal lainnya antara Bayern Munich dan Olympique Lyon, pada final yang akan dimainkan pada Minggu (23/8).

Kedua tim tampil menyerang sejak awal laga. PSG lebih banyak menciptakan peluang berbahaya seperti saat sepakan Neymar mengenai tiang kiri gawang pada menit keenam, serta ketika sapuan kiper Leipzig Peter Gulacsi mengenai sang bintang Brazil semenit kemudian. Bola masuk, tetapi wasit Bjorn Kuipers tidak mengesahkannya karena menganggap bola terlebih dahulu mengenai tangan Neymar.

Gawang Leipzig kemasukan dari situasi bola mati pada menit ke-13. Tendangan bebas Di Maria disundul Marquinhos yang tidak terkawal untuk masuk gawang, dengan kiper Gulacsi tidak sempat bergerak sama sekali.

Baca Juga :  Liga Jerman: Dortmund Sikat Gladbach 3-0, Haaland Sumbang Dua Gol

Leipzig berusaha membalas dengan peluang terbaik mereka pada babak pertama. Melalui serangan cepat, Konrad Lainer menggebrak ke kotak penalti PSG, ia lalu mengirim umpan pendek yang disambut sepakan melebar Yussuf Poulsen.

Neymar kembali memiliki peluang untuk mencetak gol, dan lagi-lagi tiang kiri gawang menjadi penghalang. Kali ini tendangan bebas melengkung jarak jauhnya yang membentur tiang gawang.

Menjelang turun minum PSG menggandakan keunggulan dengan memanfaatkan sepakan kurang sempurna kiper Gulacsi. Bola jatuh dikuasai oleh Leandro Pardes, diteruskan ke Neymar, yang kemudian menjadi pemberi assist untuk dikonversi menjadi gol oleh Di Maria.

Sebagaimana pada babak pertama, Leipzig pun kembali kesulitan menciptakan peluang berbahaya ke gawang PSG. Emil Forsberg mencoba peruntungannya dengan melepaskan sepakan spekulasi yang melambung di atas gawang Sergio Rico.

Tidak lama kemudian, justru PSG yang membukukan gol ketiga. Nordi Mukiele terjatuh saat berusaha membuang bola di area pertahanan Leipzig, bola kemudian dikuasai Di Maria yang meneruskannya dengan umpan silang untuk disambar sundulan Juan Bernat.

Baca Juga :  Liga Belanda: AZ Alkmaar Berbagi Poin dengan PEC Zwolle

Unggul tiga gol membuat PSG bermain lebih rileks. Mbappe memiliki peluang bagus saat sundulannya melebar, sedangkan peluang berikutnya dari penyerang Prancis itu adalah saat tendangannya dapat ditahan kiper Gulacsi.

Leipzig berupaya keras mengecilkan ketertinggalan. Namun akibat rapatnya pertahanan PSG, mereka kesulitan mengirimkan umpan matang ke kotak penalti dan lebih banyak melepaskan sepakan jarak jauh. Satu peluang bagus sebelum laga usai dimiliki Angelino, yang tembakannya dapat ditepis kiper Sergio Rico.

Susunan pemain:

RB Leipzig (3-4-1-2): Peter Gulacsi, Lukas Klostermann (Willi Orban 83′), Dayot Upamecano, Nordi Mukiele, Konrad Laimer (Marcel Halstenberg 62′), Kevin Kampl (Tyler Adams 64′), Marcel Sabitzer, Angelino, Daniel Olmo (Patrik Schick 46′), Christopher Nkunku (Emil Forsberg 46′), Yussuf Poulsen
Pelatih: Julian Nagelsmann

PSG (4-3-3): Sergio Rico, Thilo Kehrer, Thiago Silva, Presnel Kimpembe, Juan Bernat, Ander Herrera (Marco Verratti 83′), Marquinhos, Leandro Paredes (Julian Draxler 83′), Angel Di Maria (Pablo Sarabia 87′), Kylian Mbappe (Eric Maxim Choupo-Moting 86′) , Neymar
Pelatih: Thomas Tuchel.

. ANTARA

loading...