Bupati Bone Belum Beri Rekomendasi Aktivitas di Tempat Ibadah dan Pariwisata

Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi.

BERITA.NEWS, Bone – Program normal baru (new normal) mulai bergulir, namun Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, belum memberlakukan program tersebut berhubung kasus Covid-19 masih bertambah.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi kepada wartawan Senin (1/6/2020).

“New Normal belum kita bicarakan, dan kami masih fokus memutuskan mata rantai Covid-19,”
kata Andi Fahsar.

Andi Fahsar mengatakan new normal berlaku bagi daerah yang melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sedangkan di Bone tidak memberlakukan PSBB.

Andi Fahsar beranggapan new normal harus ada konsepnya. “Tidak serta-merta ada daerah lain berlakukan terus kita juga harus mengikuti,” ujarnya.

Selain itu bupati menambahkan, daerah yang melakukan new normal yang sudah tidak ada penambahan kasus positif Covid-19. Sementara di Kabupaten Bone masih terjadi penambahan kasus positif Covid-19.

”Saat ini ada 13 warga Bone positif Covid-19. 4 orang telah dinyatakan sembuh dan 9 lainnya masih menjalani perawatan di Makassar,” ungkapnya.

Meski begitu Andi Fashar Mahdin Padjalangi telah melonggarkan beberapa kebijakan, salah satunya di sektor ekonomi. Namun dalam pelaksanaan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

”Sementara ini untuk aktivitas di tempat ibadah dan pariwisata, saya belum memberikan rekomendasi,” paparnya.

Fokus untuk saat ini berupaya memutus penyebaran Covid-19. “Kami masih berupaya menstagnankan dan melandaikan penyebaran Covid-19,” kata Andi Fashar.

Hal senada diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Bone, Andi Ryad Padjalangi bahwa untuk memberlakukan new normal harus melihat kesiapan masyarakat. “Jangan sampai dipaksa new normal, sementara masyarakat belum siap,” jelasnya.

Menurut Andi Ryad Padjalangi, indikator kesehatan dari pelakunya dulu. “Untuk di Kabupaten Bone, saya menilai masyarakat belum siap dalam new normal. Buktinya, di pasar masih belum terlaksana physical distancing,” ungkapnya.

Andi Ryad menambahkan, untuk sekarang pemerintah lebih baik memberikan sosialisasi dan membangun kesadaran masyarakat dulu untuk menjalankan protokol kesehatan. “Lebih baik kita bangun kesadaran masyarakat untuk jalankan protokol kesehatan. Kemudian berlakukan new normal,” tambahnya.

. Andi Afriadi

loading...