Presiden Iran Soal Salah Tembak Pesawat: Kesalahan Tak Termaafkan

Presiden Iran Soal Salah Tembak Pesawat: Tak Termaafkan Presiden Iran Hassan Rouhani meminta maaf karena angkatan bersenjatanya menembak jatuh pesawat komersial Ukraina. (Kena Betancur / AFP)

BERITA.NEWS, Jakarta – Presiden Iran Hassan Rouhani melalui akun Twitter pribadi pada Sabtu (11/1) mengakui kesalahan angkatan bersenjata negaranya yang tidak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraina sehingga menewaskan 176 penumpang dan kru. Ia menyebut kesalahan itu tidak termaafkan.

“Penyelidikan internal Angkatan Bersenjata telah menyimpulkan bahwa rudal ditembakkan karena kesalahan manusia, dan menyebabkan jatuhnya pesawat Ukraina dan menewaskan seluruh penumpang yang tidak bersalah,” demikian pernyataan Rouhani.

“Penyelidikan akan terus berlanjut untuk mengidentifikasi dan menuntut pihak yang bertanggung jawab atas tragedi hebat dan tak termaafkan ini. Republik Islam Iran sangat menyesali kesalahan ini, doa saya tujukan kepada semua keluarga yang berkabung. Saya mengucapkan belasungkawa yang tulus.” Demikian dikutip dari CNN Indonesia.

Baca Juga :  Umrah Dibuka Kembali Mulai 4 Oktober dan 1 November

Selain Rouhani, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif juga telah meminta maaf atas tragedi tertembak jatuhnya pesawat Ukraina bertipe Boeing 737.

Angkatan bersenjata Iran dalam pernyataan resmi melontarkan alasan bahwa mereka tak sengaja meluncurkan serangan karena salah mengira pesawat sebagai musuh yang akan menyerang.

Iran menyebut bahwa mereka juga terdorong oleh peningkatan aktivitas penerbangan militer Amerika Serikat di titik-titik strategis Iran.

Selain itu, berdasarkan keterangan resmi yang dirilis Press TV dan dikutip dari CNN.com, sejumlah pusat pertahanan udara Iran melaporkan peningkatan aktivitas radar militer sehingga sistem pertahanan udara mereka lebih sensitif terhadap serangan.
Lihat juga: Iran Minta Maaf Tak Sengaja Tembak Jatuh Pesawat Ukraina

Baca Juga :  Di Sidang Umum PBB, Jokowi Dukung Kemerdekaan Palestina

Dalam beberapa hari sebelumnya, Iran sendiri sempat menampik bahwa mereka menembak jatuh pesawat tersebut menggunakan rudal, atas alasan bahwa ada beberapa pesawat komersial yang mengudara di saat bersamaan.

Insiden pesawat Ukraina jatuh ini terjadi ketika ketegangan antara Teheran dan Washington kembali memanas terutama setelah serangan drone AS menewaskan jenderal Iran, Qasem Soleimani, di Irak.

loading...