Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah usai hadiri peringatan hari Guru di hotel Claro Makassar.

BERITA.NEWS, Makassar – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) menyinggung struktur kepengurusan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulsel dalam peringatan hari guru nasional di Hotel Claro Makassar, Senin (2/12/2019).

NA menilai struktur kepengurusan PGRI Sulsel saat ini cenderung menyisihkan guru. Terlihat dari tidak adanya guru ikut masuk dalam kepengurusan tersebut. Kebanyakan diisi dosen perguruan tinggi.

Hal itu pula rupanya yang jadi alasan Gubernur Sulsel itu tak menghadiri acara Porseni V PGRI di Kabupaten Barru beberapa waktu lalu. Sebagai sikap protes kepengurusan guru besar UNM Prof Hasnawi Haris tersebut.

“Saya sengaja tidak hadir hari guru PGRI Saya sudah protes kepada PGRI harus ada guru di dalam.  Ini harus clear kalau nda masalah,” ucapnya di hadapan Guru SD, SMP dan SMA/SMK/SLB 24 kabupaten dan kota.

Sontak, sikap protes Gubernur Sulsel itu pun mengundang sorak-sorai dan tepuk tangan di peringatan hari guru tersebut. Bahkan, terdengar suara meminta kepengurusan PGRI saat ini dibubarkan.

“Betul ganti saja itu PGRI,” teriak salah satu guru dalam ruangan phinisi hotel Claro tersebut.

Diketahui, ketua PGRI saat ini dijabat Guru Besar UNM Prof.Dr. Hasnawi Haris M.Hum terpilih dalam konferensi provinsi PGRI Sulsel di Hotel Grand Claro Makassar, Selasa dinihari 24 September 2019 lalu. Kepengurusannya pun rata-rata didominasi dosen.

. Andi Khaerul