Unjuk Rasa Berujung Bentrok, NA Sebut Idealisme Mahasiswa Tercederai

Demonstrasi Depan Kantor DPRD Sulsel. (BERITA.NEWS/Andi Khaerul).

Demonstrasi Depan Kantor DPRD Sulsel. (BERITA.NEWS/Andi Khaerul).

BERITA.NEWS, Makassar – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah tanggapi demonstrasi Mahasiswa yang berlangsung selama empat hari beruntun sejak tanggal 24-27 September 2019. Telah melenceng dari idealisme. 

Cenderung ditunggangi. Alasannya selama empat hari demonstrasi selalu berujung bentrok dengan aparat. Nurdin menilai hal itu sudah jauh dari tujuan awal mengkritisi Revisi UU KPK dan RUU KUHP.

Nurdin menyarankan, jika bentul tujuannya untuk mengkritisi UU tersebut. Lebih bijak dan arif untuk didialogkan bersama pihak-pihak terkait dengan mahasiswa. 

“Kalau ini bisa selesai dengan dialog kenapa harus turun ke jalan karena jujur saja pengalaman beberapa hari demo. Itu kan tercederai idealisme mahasiswi juga. Tujuannya sebenarnya mengkritisi UU KPK terus RKUHP,” ucapnya. Minggu (29/9/2019).

Menurutnya, untuk menghindari bentrok yang bisa merugikan semua pihak. Dialog menjadi alternatif. Dari pada turun di jalan lakukan demonstrasi.

“Tiba-tiba aja ada yang mau membuat. tindakan diluar kewajaran merusak diujung jadi anarkis rusuh saya kira mahasiswa tidak setuju ini terjadi. Makanya untuk menghindari itu saran saya sebaiknya kita ubah dari turun kejalan melalui dialog,” pungkasnya.

“Kita sekarang lagi teurs berkoordinasi dengan para rektro. Kalau itu bisa di hindari. Hindari lah. Karena kita juga lagi persiapkan dialog. Kita undang para rektor, ketua BEM itu di prakarsai pak Kejati dan Kapolda,” sebut Nurdin.

  • Andi Khaerul

Comment