Kejati Endus Revitalisasi Lapangan Pancasila Palopo Proyek “Seumur Jagung” Senilai Rp9,9 M

BERITA.NEWS, Makassar – Satu persatu proyek APBN maupun APBD Pemerintah Kota Palopo dibidik aparat hukum. Kali ini, pembangunan revitalisasi lapangan Pancasila proyek seumur jagung senilai Rp9,9 miliar terindikasi tindak pidana korupsi.

Informasi yang diperoleh BERITA.NEWS, Kejaksaan Tinggi Sulsel bidang Intelijen mengendus proyek miliaran menyusul adanya laporan aktivis pegiat antikorupsi. 

“Iya, ada laporannya. Masih dikumpulkan data-datanya. Sifatnya Pulbaket maupun Puldata,”ungkap salah seorang penyidik bidang Intelijen Kejati Sulsel, Jumat (17/5/2019).

Diketahui proyek revitalisasi lapangan Pancasila yang menelan anggaran sebesar Rp9.948.017.000, dari APBD 2017 dikerja oleh PT Tahta Pratama Sejati dan Konsultan Pengawas CV Matra Desain.

Berdasarkan data yang dihimpun menyebutkan kondisi terkini lapangan pancasila utamanya bagian sudah banyak retak. Bahkan, ada beberapa plafon yang bocor. Selain beberapa titik di lapangan usai dikerja terlihat rusak.

Parahnya lagi, kondisi ini dibiarkan oleh aparat Satpol yang seharus melakukan penjagaan terhadap icon baru “kota idaman” itu.

Catatan BERITA.NEWS, sejumlah kasus korupsi yang diusut Kejati maupun Polda Sulsel, yang menyeret putra mahkota Palopo Farid Kasim Judas. Adalah kasus dana penyertaan modal Rp11 miliar,Ā  kasus lainnya yakni dugaan korupsi pengadaan kandang ayam Rp8 miliar tahun 2015, 2016, 2017, proyek instalasi pipa Telluwanua Rp4,6 miliar tahun 2018, pembangunan taman kirab Rp2 miliar tahun 2016.

Untuk kasus proyek taman kirab masih mandek di Kejati Sulsel begitu pula kasus yang ditangani Polda “jalan ditempat”. Saat ini Farid Judas menjabat Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kota Palopo.