Melawan Lupa “Menguak skandal kasus CSR Sapi”

Muh Nur Isra Sekretaris Umum HMI Cabang Takalar, Sabtu (18/5/2019).
Muh Nur Isra Sekretaris Umum HMI Cabang Takalar, Sabtu (18/5/2019).

BERITA.NEWS, Takalar – Corporate Sosial Responsibilities(CSR) kembali menguak di permukaan di kabupaten Takalar yang di pertanyakan berbagai pihak yang imbuhnya entah kemana. Sabtu 18/5/2019

CSR yang di tunjukan kepada masyarakat kurang mampu ini kembali di pertanyakan oleh tokoh lembaga Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takalar, Sekretaris Umum Muh. Nur Isra

Kepada Berita.News Sekretaris Umum HMI Cabang Takalar yakni Muh. Nur Isra mengatakan mempertanyakan realisasi CSR yang begitu banyak anggarannya untuk Masyarakat kurang mampu.

“CSR dari bank Sulselbar dalam bentuk pengadaan bibit sapi yang di peruntukkan bagi kelompok tani ternak di kabupaten takalar yang di usulkan oleh FIK-KSM yang mengajukan proposal kepemerintah Daerah kabupaten Takalar pada tanggal 13 Oktober 2017 dan mendapat realisasi dari bank Sulselbar pertanggal 18 Desember 2017, ” kata Isra, Sabtu (18/5/2019).

Menurutnya CSR yang di setujui oleh bank Sulselbar atas surat sekretaris daerah dengan nomor surat 500/1928/EKON tanggal 13 Oktober 2017 perihal surat pengantar permintaan bantuan sapi

“Bank Sulselbar pun secara singkat menyetujui proposal permohonan bantuan sapi tersebut atau induk sapi sebanyak 100 ekor dengan nilai Rp.8.500.000,- per satu ekornya berarti total sebanyak Rp.850.000.000,-(Delapan ratus Lima puluh juta rupiah) total CSR bank Sulselbar Takalar, ” ungkap Isra sapaan akrab Muh Nur Isra.

Muh Nur Isra meminta penegak hukum agar melakukan penyidikan dan penyelidikan terhadap kasus tersebut yang imbuhnya entah kemana

“Penegak hukum jangan bungkam terkait persoalan ini, begitu banyak uang yang di peruntukkan untuk masyarakat Takalar tapi tidak sampai ke tangan masyarakat, atas nama lembaga Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takalar saya meminta agar oknum yang terlibat segera di periksa dan di selesaikan secepatnya,” tegasnya.

.AK