Di Balik Medan Ekstrem di Sinjai, Ada Semangat Besar Anak-anak MA Al-Khaerat Barambang

jalan licin

Kondisi Jalan yang Dilalui Siswa MA Al-Khaerat Barambang. (Foto: Tangkapan Layar)

BERITA.NEWS, Sinjai — Fajar belum sepenuhnya menyingsing ketika langkah-langkah kecil mulai menyusuri jalan berbatu dan menanjak di pelosok Kabupaten Sinjai.

Dengan seragam rapi dan tas di punggung, para peserta didik memulai perjalanan panjang menuju sekolah.

Setiap hari, mereka harus menaklukkan medan yang tidak mudah. Jalan terjal, bebatuan, hingga jalur berlumpur saat musim hujan menjadi bagian dari rutinitas.

Video yang diunggah melalui akun media sosial sekolah dan dilihat Berita.News pada Jumat (13/2/2026) memperlihatkan bagaimana para siswa melangkah hati-hati melewati tanjakan dan jalanan licin.

Sebagian dari mereka berjalan kaki selama satu hingga dua jam. Ketika hujan turun, tantangan semakin berat. Jalan berubah menjadi licin dan sulit dilalui.

Bahkan, beberapa siswa harus menyeberangi jembatan sederhana serta aliran sungai kecil demi tiba di sekolah tepat waktu.

Namun, keterbatasan akses tidak memudarkan semangat mereka. Dengan wajah penuh optimisme, para siswa tetap datang ke sekolah membawa harapan besar akan masa depan yang lebih baik.

Baca Juga :  Julukan Polisi Sahabat Anak Diuji, AKBP Jamal Bertindak Cepat di Sinjai

“Kami sudah terbiasa dengan perjalanan seperti ini. Yang penting bisa sekolah dan belajar bersama teman-teman,” ujar Nurmi, salah seorang siswi yang setiap hari berangkat sebelum matahari terbit, dikutip dari laman resmi Kementrian Agama Kabupaten Sinjai.

Pihak sekolah pun memberikan apresiasi atas kegigihan para peserta didik. Salah seorang guru menyebutkan bahwa perjuangan siswa setiap hari menjadi sumber motivasi tersendiri bagi para tenaga pendidik untuk terus memberikan pembelajaran terbaik.

“Perjuangan mereka setiap hari adalah bukti bahwa pendidikan sangat berarti. Kami bangga dengan semangat anak-anak,” tuturnya.

Kisah siswa MA Al-Khaerat Barambang ini menjadi gambaran nyata bahwa medan ekstrem dan keterbatasan fasilitas bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita.

Di tengah tantangan alam yang mereka hadapi saban hari, tersimpan tekad kuat bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama.

Perjalanan panjang itu bukan sekadar langkah menuju sekolah, melainkan simbol harapan dan keyakinan bahwa masa depan yang lebih cerah layak diperjuangkan, sejauh dan seberat apa pun jalannya.

Comment