BERITA.NEWS, Bulukumba — Pemerintah Kabupaten Bulukumba resmi merilis logo peringatan Hari Jadi ke-66 yang jatuh pada 4 Februari 2026. Namun logo ini bukan sekadar identitas visual seremonial.
Di balik desainnya, tersimpan pesan kuat tentang jati diri, arah pembangunan, dan komitmen keberlanjutan daerah berjuluk Butta Panrita Lopi tersebut.
Tahun ini, Hari Jadi Bulukumba mengusung tema “Pembangunan Berkarakter dan Berkelanjutan.” Tema tersebut diterjemahkan secara utuh ke dalam logo resmi yang dirancang dengan mengangkat nilai budaya lokal, khususnya filosofi Kain Adat Ammatoa Kajang.
Logo Hari Jadi ke-66 menempatkan angka 66 sebagai elemen utama. Angka tersebut dibentuk menyatu tanpa putus, menggambarkan kesinambungan perjalanan pembangunan Kabupaten Bulukumba dari masa ke masa.
Bentuknya yang mengalir merepresentasikan dinamika pembangunan yang terus bergerak, adaptif, namun tetap terarah pada tujuan jangka panjang.
Filosofi Kain Kajang menjadi roh utama desain logo. Kain adat ini melambangkan kesederhanaan, keteguhan prinsip, serta keselarasan hidup manusia dengan alam.
Nilai-nilai tersebut dipadukan dengan pendekatan visual modern, mencerminkan Bulukumba sebagai daerah yang tetap berakar pada budaya namun terus bertumbuh dan berdaya saing.
Motif garis-garis halus pada logo dimaknai sebagai simbol keberagaman potensi masyarakat Bulukumba.
Setiap elemen bergerak harmonis dan saling melengkapi, mencerminkan sinergi lintas sektor serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan daerah.
Secara visual, logo didominasi warna hitam yang sarat makna filosofis. Warna ini melambangkan kesederhanaan, kesetaraan sosial, keteguhan prinsip, integritas, serta kekuatan dan ketahanan dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Hitam juga merepresentasikan keberlanjutan dan konsistensi nilai moral yang menjadi fondasi pembangunan Bulukumba.
Kabid Humas Dinas Kominfo Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad, menjelaskan bahwa logo Hari Jadi ke-66 dirancang sebagai simbol komitmen jangka panjang pemerintah daerah, bukan sekadar penanda perayaan tahunan.
“Logo Hari Jadi ke-66 ini bukan hanya untuk kebutuhan seremonial, tetapi menjadi representasi arah pembangunan Bulukumba. Nilai budaya, karakter sumber daya manusia, dan prinsip keberlanjutan menjadi fondasi utama yang ingin kami sampaikan melalui identitas visual ini,” ujar Andi Ayatullah Ahmad.
Ia menambahkan, tema Pembangunan Berkarakter dan Berkelanjutan mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam menyeimbangkan pembangunan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan hidup.
“Pembangunan berkarakter berarti membentuk SDM yang jujur, berintegritas, toleran, mandiri, dan beretos kerja tinggi. Sementara pembangunan berkelanjutan memastikan bahwa apa yang kita bangun hari ini tidak mengorbankan hak generasi mendatang,” jelasnya.
Menurutnya, penggunaan filosofi Kain Kajang dalam logo juga menjadi pengingat bahwa pembangunan Bulukumba harus selalu berakar pada kearifan lokal dan jati diri daerah.
“Nilai kesederhanaan, kejujuran, dan keselarasan dengan alam dari Adat Ammatoa Kajang adalah pesan kuat yang relevan hingga hari ini dan ke depan,” tutupnya.
Secara keseluruhan, logo Hari Jadi ke-66 Kabupaten Bulukumba menjadi simbol tekad bersama pemerintah dan masyarakat untuk melanjutkan pembangunan yang tidak hanya mengejar capaian fisik dan ekonomi, tetapi juga membangun karakter masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan hidup.


Comment