Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Aceh

PERMAHI Aceh Tuding Bobby Nasution Diskriminatif, Serukan Boikot Sumut

badge-check

					Ketua PERMAHI Aceh, Rifqi Maulana. (Foto: Istimewa) Perbesar

Ketua PERMAHI Aceh, Rifqi Maulana. (Foto: Istimewa)

BERITA.NEWS, Banda Aceh – Pernyataan mengejutkan datang dari Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Aceh menyusul aksi Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang ikut turun merazia truk berplat BL di wilayah Sumut.

Ketua PERMAHI Aceh, Rifqi Maulana, menilai langkah Bobby sebagai bentuk diskriminasi yang merendahkan martabat masyarakat Aceh.

“Seolah kendaraan Aceh tidak pantas berada di Sumut. Ini sikap keliru dan harus dikritisi keras,” tegas Rifqi, Minggu (28/9/2025).

Rifqi bahkan menyebut peristiwa ini sebagai alarm bagi Aceh agar tidak lagi bergantung pada Sumut. Ia menegaskan bahwa kemandirian ekonomi harus segera ditegakkan di Serambi Mekah.

“Kalau diperlakukan seperti ini, maka sudah saatnya kita membangun kekuatan sendiri, menegakkan martabat, dan mendongkrak ekonomi Aceh tanpa bergantung pada daerah lain,” ujarnya lantang.

Tak berhenti di situ, Rifqi juga menyoroti dana masyarakat Aceh yang selama ini banyak parkir di bank-bank Medan hingga mencapai triliunan rupiah. Ia mendesak agar dana tersebut segera dialihkan ke bank-bank Aceh.

“Selama ini uang kita menghidupi daerah lain. Sudah cukup! Saatnya uang rakyat Aceh tumbuh di tanah sendiri,” tegasnya.

Lebih jauh, Rifqi menegaskan, jika Sumut bisa melarang kendaraan berplat BL, maka Aceh pun wajar mengambil langkah serupa terhadap kendaraan berplat BK.

“Keadilan harus berlaku dua arah. Jika mereka bisa lakukan di wilayahnya, maka di Aceh pun sah kita tegakkan aturan yang sama,” katanya penuh tekanan.

Rifqi menutup pernyataannya dengan menyerukan persatuan rakyat Aceh.

“Aceh tidak boleh lagi diperlakukan sebagai tamu di negeri sendiri. Sudah waktunya kita berdiri tegak, menjaga martabat, kedaulatan ekonomi, dan masa depan anak cucu kita,” pungkasnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

PLN Tak Kunjung Umumkan Hasil Investigasi Pemadaman Aceh, KPA: Jangan Uji Kesabaran Rakyat

24 Oktober 2025 - 22:24 WITA

Pemadaman Listrik

Kasus Dugaan Penyalahgunaan Dana Gampong Rundeng Diduga Mandek, Warga Desak Inspektorat Serahkan ke APH

24 Oktober 2025 - 12:03 WITA

Baleg DPR RI Desak Dana Otsus Tak Pernah Berakhir! Ini Alasannya yang Bikin Heboh di Aceh

23 Oktober 2025 - 11:21 WITA

Otsus

Prof. Marniati Gagas Partai Perjuangan Aceh: Gerakan Baru Politik Bermartabat dari Tanah Rencong

21 Oktober 2025 - 18:37 WITA

Deklarasi

Kepala Cabdin Bireuen Tekankan Peran Strategis Wakil Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka

20 Oktober 2025 - 17:32 WITA

Trending di Aceh