Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Internasional

Anwar Ibrahim: Perusahaan Malaysia Terlibat Karhutla Harus Diproses Hukum

badge-check

					Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia, Anwar Ibrahim. Perbesar

Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia, Anwar Ibrahim.

BERITA.NEWS, Malaysia – Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia, Anwar Ibrahim, menyatakan seluruh perusahaan, termasuk yang berasal dari negaranya, yang terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan menyebabkan kabut asap harus bertanggung jawab dan diproses hukum.

Dia juga meminta negara tidak berkelit dan seolah cuci tangan saat menghadapi masalah itu.

“Jika para perusahaan ini terlibat, maka mereka harus diminta pertanggungjawabannya. Jutaan orang menderita dan Anda tidak bisa hanya mengatakan kami akan mempelajari dan akan mempersiapkan langkah pencegahan supaya tidak terulang,” kata Anwar dalam diskusi di Milken Institute Asia Summit di Singapura, seperti dilansir Channel NewsAsia, Jumat (20/9/2019).

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan ada empat perusahaan milik asing yang memiliki lahan di Indonesia yang terbakar. Sebanyak tiga perusahaan dipunyai Malaysia dan satu milik Singapura.

Anwar juga menyinggung kerja sama antara Indonesia, Malaysia dan Singapura untuk meredam kabut asap masih belum cukup baik. Dia meminta seluruh pihak yang terdampak harus bekerja sama supaya kejadian seperti ini bisa lekas ditanggulangi atau dicegah.

“Ada jutaan orang yang terdampak kabut asap, ribuan sekolah harus ditutup. Jutaan orang harus membeli obat dan masker, sementara pemerintah tidak mampu bekerja sama mencari solusi masalah ini,” ujar Anwar.

Anwar juga menyentil para perusahaan besar yang lahannya terbakar dan ikut menimbulkan kabut asap. Dia menyoroti kontribusi para konglomerat yang terkesan seadanya.

“Pengaruh dari para konglomerat besar ini sangat kuat. Mereka mendapat untuk miliaran Ringgit, tetapi tidak mampu menyisihkan sekitar RMY30 juta untuk membantu menanggulangi kabut asap,” ucap Anwar.

Anwar juga meminta supaya pemerintah yang terdampak kabut asap tidak saling menyalahkan, dan seharusnya menanggung permasalahan itu bersama-sama dengan membuat aturan hukum yang jelas dan tegas. Dia juga meminta tidak mudah menyalahkan kejadian ini sebagai akibat dari azab Tuhan atau bencana alam.

“Kita sudah menyalahkan Tuhan selama dua dasawarsa terakhir. Saya pikir Tuhan tidak sekejam itu. Jadi saya anjurkan supaya pemerintah mempunyai aturan hukum yang jelas,” ucap Anwar.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Harapan Damai di Ujung Tanduk, Pembicaraan AS–Iran Terhenti di Islamabad

12 April 2026 - 13:07 WITA

Iran Kunci Selat Hormuz di Tengah Perang, Janji Dibuka Usai Konflik

11 April 2026 - 10:13 WITA

Erdogan Menang Pilpres, Pimpin Turki Hingga 2028

29 Mei 2023 - 10:12 WITA

Indonesia Bekuk Thailand 5 – 2 di Final, Raih Emas Setelah 32 Tahun

16 Mei 2023 - 23:30 WITA

Andalan Pakai Baju Adat Jadi Pembicara di Forum UNESCO

22 Februari 2023 - 14:44 WITA

Trending di Internasional