Kantor Imigrasi I Makassar Paparkan Program Aksi 2026, Sasar 8 Desa Binaan di Jeneponto

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Kota Makassar (dok)

BERITA.NEWS,Makjassar- Kantor Imigrasi Kelas I TPI Makassar memaparkan Program Aksi Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi Tahun 2026 sebagai bagian dari target kinerja yang akan dijalankan secara terukur dan berkelanjutan.

Program tersebut menitikberatkan pada transformasi layanan, penguatan pengawasan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam pemaparannya, jajaran Kantor Imigrasi Kelas I Makassar menegaskan beberapa poin program Aksi 2026. Seperti komitmen terhadap transformasi digital dan peningkatan layanan keimigrasian.

Sebagai penguatan layanan berbasis digital, penyederhanaan regulasi, serta peningkatan efisiensi menjadi fokus utama guna mempermudah investasi dan mendukung mobilitas internasional.

Program Aksi selanjutnya yakni Pengamanan Perbatasan & Pengawasan dengan penambahan jumlah autogate di bandara/pelabuhan/PLBN, serta penguatan pengawasan orang asing.

Kantor Imigrasi Kelas I Makassar juga menegaskan komitmen pada program Aksi
Pencegahan Tindak Pidana: Penyuluhan hukum dan pencegahan Tindak Pidana
Perdagangan Orang (TPPO) serta Penyelundupan Manusia (TPPM) melalui
program Pimpasa.

Baca Juga :  Disdik Makassar Rilis Jadwal Libur Ramadan dan Idulfitri 2026

Selanjutnya, Infrastruktur & Sarana: Pemenuhan sarana-prasarana di pos lintas batas tradisional dan pos imigrasi dan Kualitas SDM untuk meningkatan profesionalisme aparatur yang humanis dan
berintegritas.

Kepala Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Makassar Erwin Hendrawinata menyebutkan salah satu program Aksi ini lewat Desa Binaan yang masih terus berjalan seperti Pangkep, Maros, Takalar, Jeneponto.

“Desa binaan ini proker kebanyakan penyuluhan ke masyarakat mengenai ke imigrasian juga bagian dari Pengawasan orang asing juga.

Kita komunikasi dengan perangkat desa, ini sibantu dengan namanya petugas Imigrasi pembinaan desa. Mereka berkoordinasi. Bulan ini kita usul 8 desa lagi di Jeneponto,” ungkapnya.

Comment