Tak Sekadar Antar Penumpang, Ojol di Bulukumba Kini Jadi “Sensor Keamanan” Polisi

ojol

Kapolres secara simbolis menyematkan Pin Polantas Mappattabe kepada lima perwakilan ojol dan kurir, sekaligus memasangkan helm standar keselamatan. (Foto: Ist/ Humas)

BERITA.NEWS, Bulukumba — Ada yang berbeda di Lapangan Apel Polres Bulukumba, Rabu pagi (11/2/2026). Ratusan ojek online (ojol) dan kurir berkumpul mengikuti Apel Ojol Kamtibmas yang dipimpin langsung Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto.

Bukan sekadar apel biasa, kegiatan ini menghadirkan simbol baru kemitraan antara Polri dan para pejuang jalanan tersebut.

Dalam rangkaian Operasi Keselamatan, Kapolres secara simbolis menyematkan Pin Polantas Mappattabe kepada lima perwakilan ojol dan kurir, sekaligus memasangkan helm standar keselamatan.

Momen ini menjadi tanda komitmen bersama dalam meningkatkan budaya tertib berlalu lintas dan menjaga keamanan wilayah.

Pin “Mappattabe” bukan sekadar aksesori. Istilah yang berasal dari bahasa lokal itu mengandung makna sopan santun dan penghormatan, yang kini diadaptasi sebagai pendekatan humanis Polri kepada masyarakat.

“Pagi ini saya merasa bangga berdiri di hadapan rekan-rekan sekalian. Rekan-rekan bukan sekadar pejuang nafkah bagi keluarga, namun juga elemen penting dalam menjaga keamanan, khususnya di Kabupaten Bulukumba,” ujar AKBP Restu Wijayanto di hadapan peserta apel.

Kapolres bahkan menyebut para ojol dan kurir sebagai “sensor keamanan” yang efektif. Dengan mobilitas tinggi dan keberadaan di hampir seluruh sudut kota, mereka dinilai kerap menjadi pihak pertama yang mengetahui kejadian di lapangan.

Mulai dari kecelakaan lalu lintas hingga potensi tindak kriminal seperti peredaran narkoba, begal, tawuran, dan gangguan kamtibmas lainnya, informasi awal sering kali bersumber dari para pekerja jalanan tersebut.

Baca Juga :  304 Personel Turun Tangan! Ramadan di Bulukumba Dijaga Tiga Tim Khusus

Karena itu, Kapolres mengajak seluruh ojol dan kurir untuk tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan keamanan melalui Call Center 110 atau mendatangi Polsek maupun Pos Polisi terdekat, terutama saat menghadapi situasi rawan.

Dalam amanatnya, Kapolres menyampaikan tiga pesan penting:

  1. Menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, patuh terhadap rambu dan selalu menggunakan perlengkapan keselamatan.
  2. Meningkatkan kepekaan terhadap potensi kejahatan, seperti balap liar, narkoba, geng motor, begal, hingga tawuran, serta segera melaporkannya.
  3. Menjaga solidaritas positif antar komunitas dan tidak mudah terprovokasi isu hoaks yang dapat memicu gangguan kamtibmas.

Apel tersebut diikuti personel Polres Bulukumba, perwakilan Dinas Perhubungan, komunitas ojol dan kurir seperti Kurirta dan J&T.

Turut hadir Wakapolres Bulukumba Kompol H. Syafaruddin, para Pejabat Utama Polres, perwakilan Dishub Ahmad Saenal, serta Jasa Raharja Bulukumba Faisal.

Di akhir kegiatan, suasana hangat terlihat saat Kapolres dan jajaran berfoto bersama para ojol dan kurir.

Sinergitas yang terbangun diharapkan tak berhenti di apel semata, tetapi menjadi langkah konkret menjaga Bulukumba tetap aman dan tertib.

Kini, para ojol bukan hanya pengantar penumpang dan paket. Mereka resmi menjadi bagian penting dalam menjaga denyut keamanan daerah.

Comment