ABK Muda Hilang di Laut Pulau Sembilan Sinjai, Ombak 2 Meter Hambat Pencarian

nelayan

Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian ABK yang Hilang Diperairan Pulau Sembilan. (Foto: Ist)

BERITA.NEWS, Sinjai — Misteri hilangnya seorang anak buah kapal (ABK) di perairan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, masih belum terungkap.

Hingga Minggu (1/2/2026), tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap Muh Aidil Takbir (20), ABK KM 3 Putri yang diduga terjatuh ke laut.

Aidil, anak dari pasangan Ramli dan Ramlah, dilaporkan hilang sejak Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 06.30 Wita.

Peristiwa tersebut terjadi di perairan Limpoge, Kecamatan Pulau Sembilan, lokasi yang dikenal sebagai kawasan pesisir dengan potensi wisata bahari.

Pulau Sembilan sendiri merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sinjai yang terdiri dari sembilan pulau kecil dan berjarak sekitar 3 kilometer dari pusat Kota Sinjai melalui Pelabuhan Cappa Ujung.

Sementara jarak Sinjai ke Makassar, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan, mencapai sekitar 163 kilometer.

Sejak Minggu pagi, pukul 08.00 Wita, tim gabungan resmi memulai operasi pencarian.

Tim ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Sinjai, Sat Polairud Polres Sinjai, Pos TNI AL Sinjai, Sat Brimob Batalyon C Pelopor Bone, Pos Basarnas Bone, Sat Polairud Polres Bone, Tim Rescue Tagana Dinas Sosial Sinjai, hingga nelayan setempat.

“Pukul 08.00 Wita tim gabungan mulai melakukan pencarian,” ungkap Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Octave, kepada wartawan.

Dalam operasi tersebut, tim mengerahkan tiga unit perahu karet dan 11 kapal nelayan untuk menyisir area laut tempat korban diduga terjatuh. Namun hingga hari kedua pencarian, keberadaan Aidil masih belum diketahui.

Kasat Polairud Polres Sinjai, AKP Jamaluddin, menyampaikan bahwa proses pencarian terus dilakukan meski menghadapi sejumlah kendala.

“Tim gabungan saat ini terus melakukan pencarian,” ujar AKP Jamaluddin, Minggu (1/2/2026).

Ia menjelaskan, pencarian terkendala cuaca ekstrem. Ketinggian ombak di lokasi mencapai 1 hingga 2 meter, disertai angin kencang dan arus laut berputar yang membahayakan tim di lapangan.

“Tinggi sekali ombak, angin kencang dan arus yang terputar, seperti yang kita hadapi semalam,” jelasnya.

Sementara itu, Andi Octave kembali menegaskan bahwa fokus pencarian masih dipusatkan di wilayah Limpoge, lokasi awal korban dilaporkan terjatuh dari kapal.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus menyisir perairan Pulau Sembilan dengan harapan korban segera ditemukan.

Comment